Berita

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat memberikan arahan dalam pengumuman tahap 3 bakal calon yang diusung PDIP di Jakarta/Istimewa

Politik

Pesan Megawati Soekarnoputri: Cakada PDIP Harus Sadar Sejarah

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 23:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejarah menjadi hal yang wajib untuk diingat para calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilkada serentak 2020.

"Saya sampaikan bagi calon kepala daerah yang nanti terpilih harus mengerti apa yang menjadi dasar pejuangan PDIP. Atas dasar itu saya berharap calon kepala daerah yang diusung PDIP sadar sejarah," kata Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat memberikan arahan dalam pengumuman tahap 3 bakal calon yang diusung PDIP di Jakarta, Selasa (11/8).

Ia menegaskan, sejarah adalah benang merah yang diaktualisasikan secara kritis di masa kini. Dengan sejarah, upaya perwujudan cita-cita di masa depan tidak akan melenceng dari cita-cita bangsa ini.


Sejarah kemerdekaan Indonesia pun merupakan satu napas dengan perumusan dasar negara Pancasila. Pancasila, kata Mega, adalah sebuah pandangan hidup yang hidup di sanubari rakyat serta menjadi sumbangsih Indonesia untuk dunia.

Hal itu tercermin pada prakarsa Indonesia dalam menggelar Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955. Menurut Megawati, KAA adalah sebuah capaian besar yang diraih Indonesia tepat enam tahun setelah berhasil merebut kedaulatan secara penuh.

"Hal ini bukti bagaimana Pancasila menjadi inspirasi dalam mewujudkan prinsip bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Itu juga salah satu prinsip dari Dasa Sila Bandung," kata Megawati.

Gelaran KAA di Indonesia terbukti membawa dampak luar biasa bagi negara-negara di kawasan Asia dan Afrika yang masih mengalami penjajahan. Maroko, Tunisia, Aljazair, Palestina, Pakistan, dan Afrika Selatan bahkan merdeka karena dukungan aktif Indonesia.

"Hanya dalam satu dasawarsa atau 10 tahun setelah diadakannya Konferensi Asia Afrika, ada 41 negara di Asia dan Afrika yang memproklamasikan kemerdekaannya. Bung Karno bahkan ikut mempersiapkan panitia kemerdekaan di negara-negara tersebut," tutup Presiden kelima Republik Indonesia itu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya