Senator Illinois, Tammy Duckworth/Net
Selalu menarik untuk membahas pemilihan umum Amerika Serikat (AS) setiap periodenya. Tetapi, untuk tahun ini menjadi lebih menarik lagi karena ada nama Tammy Duckworth di sana.
Duckworth merupakan Senator Illinois dari Partai Demokrat. Ia disebut-sebut masuk ke dalam bursa pendamping calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Kehadiran Duckworth di panggung pemilu AS menjadi sangat menarik karena ternyata ia pernah tinggal di Jakarta. Ia bahkan menempuh pendidikan SMP dan SMA-nya di Jakarta Intercultural School (JIS), yang sekarang menjadi Jakarta International School (JIS).
Perempuan berusia 52 tahun tersebut bahkan mengaku masih fasih berbicara bahasa Indonesia.
Dari akun Facebook JIS pada 10 Maret 2020, Duckworth menceritakan perjalanan hidupnya saat masih tinggal di Indoneia.
"Nama saya Tammy Duckworth dan saya adalah Senator Illinois serta alumni Jakarta Intercultural School," ujarnya.
"Di masa lalu saya menghabiskan waktu di Indonesia, di mana pada awalnya saya tinggal di kampus Pattimura kemudian pindah ke Cilandak. Saya memiliki kenangan yang indah, belajar bahasa baru, bertemu teman, dan berlibur. Saya sangat merindukan waktu di Indonesia," sambungnya.
Duckworth sebenarnya lahir di Bangkok, Thailand. Ayahnya, Franklin Duckworth, adalah tentara AS yang ditugaskan sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB. Sementara Ibunya, Lamar Sompornpairin merupakan perempuan berdarah campuran Thailand-China.
Tugas ayahnya yang selalu berpindah-pindah membuat Duckworth pernah tinggal di Indonesia dan Singapura untuk waktu yang cukup lama.
Walau begitu, rasa kecintaan Duckworth pada tanah airnya, AS, tidak pernah luntur. Bahkan, ia mengikuti jejak sang ayah dengan masuk militer setelah ia lulus dari Universitas George Washington.
Kesungguhan Dockworth membuatnya berhasil menjadi satu dari sedikit perempuan yang menerbangkan pesawat tempur AS. Pada saat itu, ia ikut dalam Operasi Pembebasan Irak pada 2004.
Ketika itu, ia dikirim ke Irak sebagai pilot helikopter Blackhawk untuk pasukan Angkatan Dara Illinois. Tepat pada 12 November 2004, helikopter yang dipilotinya diserang RPG. Insiden tersebut membuat Duckworth kehilangan dua kaki dan sebagian lengan kanan.
Selama setahun ia memulihkan diri di Walter Reed Army Medical Center.
Namun rasa nasionalisme Duckworth bergitu tinggi. Hingga pada akhirnya, setelah sembuh, pada 2006, ia menjadi Direktur Departemen Urusan Veteran Illinois. Kemudian pada 2009, Presiden Barack Obama memintanya menjadi Asisten Sekretaris Urusan Veteran.
Saat menjabat, ia menghadapi berbagai isu selain tunawisma veteran, namun juga diskriminasi perempuan dan penduduk asli Amerika.
Ia kemudian masuk ke parlemen. Di sana, Duckworth bertugas di Komite Angkatan Bersenjata, menjadi advokat untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi para veteran.
Ia bahkan berhasil mengesahkan Troop Talent Act yang memungkinkan para veteran untuk mencari pekerjaan di sektor swasta.
Tidak hanya itu, ia juga menjadi inisiator UU Bandara Ramah Ibu yang mengharuskan bandara memiliki akses ruang menyusui yang aman, bersih, dan mudah diakses.
Selama ini, Biden telah berkomitmen untuk memilih perempuan kulit berwarna sebagai wakilnya. Duckworth sendiri merupakan orang Asia kedua yang berhasil menjadi Senator AS, sebelum Kamala Harris.
Melalui akun Twitter-nya, @SenDuckworth, ia tampak sering mengkritisi Presiden Donald Trump, khususnya terkait dengan penanganan wabah Covid-19 dan anak-anak serta perempuan.