Berita

Sekretaris Kabinet era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dipo Alam/Net

Politik

Ada Vaksin Merah Putih, Eks Seskab Era SBY: RI Bukan Bangsa Kelinci!

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 02:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Publik tengah disuguhi uji coba vaksin buatan sinovac Biotech asal China yang dilakukan oleh perusahaan pelat merah, PT Bio Farma untuk diaplikasikan dalam penanganan virus corona di Tahan Air.

Namun di tengah hiruk pikuk uji coba tersebut, muncul kritikan dari sejumlah pihak, salah satunya datang dari Kepala Lembaga Eijkman, Prof Amin Soebandrio.

Ia berharap Indonesia tidak dijadikan kelinci percobaan vaksin luar negeri. Indonesia sendiri tengah mengembangkan vaksin dalam negeri yang diberi nama vaksin merah putih.


Sikap Eijkman ini pun mendapat dukungan dari sejumlah pihak, salah satunya datang dari mantan Sekretaris Kabinet era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dipo Alam.

 PT Bio Farma, perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang farmasi. Vaksin itu buatan Sinovac Biotech asal Cina

"Lanjutkan Prof! RI bukan bangsa kelinci!" kata Dipo Alam di akun Twitternya, Minggu (9/8).

Kredibilitas lembaga Eijkman sudah tidak perlu diragukan. Lembaga tersebut, kata Dipo Alam, sudah terbentuk sejak era presiden terdahulu, yakni di era Presiden BJ Habibie.

Vaksin Merah Putih sendiri tengah dipersiapkan. Bahkan menurut Menristek Bambang PS Brodjonegoro, vaksin tersebut akan mulai diuji coba pada hewan di akhir tahun 2021 mendatang.

"Lembaga Eijkman dibangun bersama di era BJ Habibie, Menristek bersama kita-kita dari UI," tegas Dipo Alam.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya