Berita

Kepulauan Pratas, Laut China Selatan/Net

Dunia

Taiwan Kerahkan Militer Ke Laut China Selatan, Beijing Siapkan Peluncur Rudal

MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 | 13:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan di Laut China Selatan (LCS) semakin meningkat setelah Taiwan mengirim militernya pada pekan ini, setelah mendapatkan "dukungan" dari Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan gambar satelit yang diungkap News.com.au, kendaraan lapis baja amfibi dan peluncur rudal China tampak berkumpul di dekat LCS.
Gambar lainnya menunjukkan kendaraan militer bergerak ke kota-kota pesisir China di seberang Taiwan. Peluncur rudal tampak berada dalam jangkauan untuk mencapai target Taiwan.

News.com.au sendiri mengutip sebuah artikel majalah pertahanan Asia Kanwa. Di sana editor Andrei Chang mengungkap, China mengerahkan peluncur rudal PCL 191 yang mampu menghancurkan Taiwan secara akurat.

News.com.au sendiri mengutip sebuah artikel majalah pertahanan Asia Kanwa. Di sana editor Andrei Chang mengungkap, China mengerahkan peluncur rudal PCL 191 yang mampu menghancurkan Taiwan secara akurat.

Pada saat yang sama, South China Morning Post melaporkan, Taiwan telah mengirim sekitar 200 marinir ke pos militernya di Kepulauan Pratas yang dikendalikan oleh Taiwan. Namun, China juga mengklaim pulau-pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya dan menyebutnya dengan nama Kepulauan Dongsha.

Kendati begitu, pakar militer Taiwan mengatakan, akan sulit bagi Taiwan untuk mempertahankan pangkalan di Kepulauan Prantas karena tidak ada penghalang alami. Taiwan juga sulit mengirim bala bantuan dengan cepat karena lokasi pulau tersebut yang cukup berisiko.

Kepulauan Pratas senditi terletak di sekitar 275 mil dari Taiwan dan sekitar 186 mil dari daratan China. Tidak ada penduduk sipil permanen di pulau-pulau tersebut, hanya ada taman nasional dan garnisun penjaga pantai.

Keberanian Taiwan mengerahkan militer ke LCS menunjukkan kedekatannya dengan Amerika Serikat (AS).

Selama ini, legislator Taiwan dari Partai Progresif Demokratik Wang Ting-yu, mengatakan, AS selalu mengutuk Taiwan jika melakukan penempatan militer di Pratas dan Taiping.

"Tapi kali ini tidak ada keberatan atas penempatan marinir kami di sana karena mereka semua ingin menahan ekspansi militer China di wilayah tersebut," ujarnya.

Kedekatan AS dan Taiwan semakin terjalin di tengah permusuhan keduanya dengan China.

China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Sementara itu, Beijing dan Washington memiliki perselisihan di berbagai bidang.

Alhasil, kini AS menjadi sekutu utama Taiwan meski tidak mengakuinya sebagai negara berdaulat.

Beberapa hari lalu, Menteri Kesehatan AS, Alex Azar melakukan kunjungan ke Taiwan, yang memicu pertengkaran baru dengan China. Itu adalah kunjungan pejabat tinggi pertama AS ke Taiwan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya