Berita

Ilustrasi vaksin Covid-19/Net

Kesehatan

Selain Sinovac, Indonesia Juga Kerja Sama Dengan Sejumlah Perusahaan Farmasi Dunia

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 14:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Vaksin Covid-19 merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh dunia. Vaksin diyakini sebagai game changer yang bisa mengubah permainan melawan pandemik Covid-19.

Saat ini, Indonesia pun melakukan berbagai kerja sama untuk mendapatkan vaksin Covid-19 secepat dan seefektif mungkin. Vaksin Covid-19 buatan perusahaan biofarmasi Sinovac pun tengah diuji klinis di Indonesia saat ini.

Selain Sinovac, Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi dunia, termasuk Genexine dari Korea Selatan yang akan melakukan uji klinis beberapa waktu ke depan.


Jurubicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengungkap, saat ini Kimia Farma sedang melakukan penjajakan dengan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA), G42 untuk pengadaan vaksin.

"Draf MoU (Nota Kesepahaman) tengah menunggu finalisasi dan diharapkan dapat ditandatangani pada minggu kedua Agustus 2020," ujar Teuku dalam briefing media secara virtual pada Jumat (7/8).

Jika kerja sama telah disepakati, Teuku mengatakan, Indonesia akan berpartisipasi dalam uji klinis tahap III di UEA dengan mengirimkan ahli atau peninjau.

Selain itu, Indonesia juga melakukan kerja sama dengan Moderna dan AstraZeneca-Oxford melalui Koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi (CEPI).

Teuku menjelaskan, untuk saat ini, Indonesia memiliki kapabilitas pengembangan dan produksi vaksin dengan menggunakan platform protein sub-unit dan inaktivasi virus. Bio Farma pun sudah masuk dalam short list vaccine manufacturers CEPI.

Kandidat vaksin Covid-19 dari Moderna sendiri menggunakan mRNA sedangkan AstraZeneca-Oxford menggunakan non-replicating viral vector. Pengembangan vaksin keduanya mendapat pendanaan dari CEPI.

Dengan begitu, Teuku mengatakan, Indonesia akan mencari peluang kerja sama dengan berbagai perusahaan, termasuk Moderna dan AstraZeneca-Oxford, melalui CEPI.

"CEPI akan berkomunikasi langsung dengan Bio Farma terkait diskusi lebih lanjut mengenai peluang dan detail kerja sama konkret untuk produksi vaksin CEPI," papar Teuku.

"Terdapat rencana kunjungan CEPI untuk melihat fasilitas produksi Bio Farma di Indonesia... direncanakan pada Agustus 2020," sambungnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya