Berita

Ketum PB PMII Agus Mulyono Herlambang/Net

Politik

PDIP Instruksikan Kadernya Daftar Koordinator PKH, PB PMII: Itu Penyalahgunaan Kekuasaan!

SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 01:51 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Beredar surat Dewan Pengurus Pusat PDIP yang menginstruksikan seluruh kadernya di seluruh Indonesia untuk mendaftarkan diri menjadi koordinator di tingkat kabupaten/kota Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

Dalam surat tertanggal 15 Juli itu, bahkan langsung diteken oleh Ketua DPP PDIP Bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Jaminan Sosial Nusyirwan Soejono dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang mengatakan, tidak sepatutnya pimpinan partai politik mengistruksikan seluruh kadernya mendaftarkan diri menjadi koordinator program PKH di tingkat kabupaten/kota.


Agus bahkan mangkategorikan instruksi partai terkait rekuritmen koordinator PKH merupakan penyalahgunaan kekuasaan.

“Instruksi ini sudah termasuk penyalahgunaan kekuasaan (Abuse of Power). Partai politik jangan menyalanggunakan kekuasaan dengan terlibat cawe-cawe urusan program pemerintahan, apalagi itu program sosial,“ kata Agus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa dini hari (04/08).

Lebih lanjut Agus mempertanyakan dasar instruksi itu. Ia menilai jika para koordinator PKH Kemensos sudah atas persetujuan pimpinan partai politik, maka proses pendaftaran yang dikatakan terbuka dan transparan akan tidak berfungsi.

“Instruksi ini akan menghilangkan pendaftaran koordinator PKH yang bersih, akutanbel dan transparan,” tandasnya.

Surat yang dikeluarkan resmi oleh DPP PDIP itu berpotensi menekan ke bawah. Bahkan model instruksi tertulis pimpinan partai seperti surat yang viral di media sosial itu bersifat satu tingkat di atas rekomendasi.

“Surat rekomendasi pimpinan partai saja sudah sangat tajam daya tekannya ke bawah, apalagi ini sebuah instruksi dari pimpinan partai politik. Instruksi ini sudah satu tingkat di atas rekomendasi,” kata dia.

Agus menyayangkan praktik dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang sarat untuk kepentingan partainya semata. Terlebih dalam urusan program yang berkaitan langsung dengan hajat hidup rakyat kecil.

“Semoga pimpinan PDIP hanya masuk angin saja dalam hal ini dan semoga masuk anginnya hilang,” harapnya.

Agus berharap rekrutmen koordinator PKH Kemensos harus dibuat transparan dan akuntabel.

“Program PKH Kemensos ini untuk rakyat kecil, jangan sampai rakyat kecil yang menjadi korban monopoli dari keserakahan elit-elit partai politik kedepannya,” harapnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa mengatakan sebagai partai pemenang pemilu, PDIP memiliki kesempatan untuk menempatkan kader pada suatu jabatan strategis.

Kata Hasto, apa yang dilakukan PDIP, merupakan tradisi demokrasi yang dijalankan partai.

"Demokrasi itu membuka ruang kontestasi melalui Pemilu. Partai yang menang Pemilu, di manapun tradisi demokrasi di seluruh dunia, maka partai lalu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8).

Diketahui Menteri Sosial RI Juliari Batubara merupakan anggotan Kabinet Indonesia Maju yang berasal dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya