Berita

Politisi Demokrat, Taufik Rendusara (kiri)/Net

Nusantara

Somasi Pemprov Untuk Ike Muti Adalah Usaha Mendidik Warga Bijak Bersosial Media

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 14:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Somasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pesinetron Indah Kartika Mutiarawati alias Ike Muti adalah usaha mendidik warga untuk bijak menggunakan media sosial sebagai sebuah sarana informasi.

Demikian yang disampaikan Politisi Partai Demokrat, Taufik Rendusara saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Minggu (2/8).

"Kalau nggak mau dibina baru dibina dalam rumah tahanan," kata Taufik Rendusara.


Pemprov DKI Jakarta sebelumnya melayangkan surat peringatan kepada Ike Muti atas unggahannya di akun Instagram pribadinya @ikemuti16.

Ike mengaku kerja samanya dengan jajaran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam proyek web series terpaksa kandas lantaran dirinya dinilai sebagai orang yang sangat pro mendukung Presiden Joko Widodo.

Namun belakangan Ike telah meminta maaf atas tulisannya tersebut dan mengaku bahwa dia mendapat informasi salah yang membuatnya terbawa emosi untuk menulis hal tersebut dalam akun media sosialnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah menerima permintaan maaf dari Ike dan meminta kejadian ini bisa jadi pelajaran untuk semuanya.

Menurut Taufik, sebagai shock therapy dan efek jera tetap perlu adanya hukuman yang diberikan kepada pelaku penyebar berita bohong dan penebar kebencian.

"Walaupun demikian saya tetap berkeyakinan bahwa cara membina yang baik sekali-kali harus ada pelaku fitnah terhadap DKI Jakarta yang dijebloskan kedalam rumah tahanan. Artis sekuter (selebriti kurang terkenal) ini bisa untuk dijadikan shock therapy," tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya