Berita

Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, diminta untuk juga usut pertemuan Djoko Tjandra dengan Jaksa Pinangki/Istimewa

Politik

Pertemuan Djoko Tjandra Dengan Jaksa Pinangki Juga Harus Diusut Bareskrim

JUMAT, 31 JULI 2020 | 17:25 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penangkapan Djoko Tjandra tak lantas mengakhiri tugas Bareskrim Polri. Karena masih ada kasus lain yang terkait langsung dengan terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali tersebut.

Kasus itu tak lain terkait pertemuan Djoko Tjandra dengan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Direktur Eksekutif LBH Serindo, Bob Humisar Simbolon mengatakan, pertemuan antara Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra perlu ditelusuri Kabareskrim Polri karena pertemuan tersebut diduga bukan pertemuan biasa.


Karena sebelum dilakukan penangkapan ada rencanan dari Djoko Tjandra untuk melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali atas vonis 2 tahun untuk kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan hak tagih Bank Bali.

“Kita melihat dalam foto tersebut ada terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra dan pengacaranya bersama Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Ada apa pertemuan tersebut? Hal ini perlu adanya penelusuran dari Kabareskrim Polri,” kata Bob kepada melalui keterangannya, Jumat (31/7).

Dia mengatakan, pertemuan antara Djoko Tjandra dengan Jaksa Pinangki patut diduga ada persekongkolangan jahat. Apalagi Djoko Tjandra sudah mempermalukan aparat penegak hukum dengan berkeliraan di wilayah hukum Indonesia saat berstatus sebagai buronan.

“Kita melihat dari rangkaian pelarian Djoko Tjandra mulai dari pembuatan KTP, keluarnya Surat Jalan, adanya pertemuan Jaksa dengan Djoko Tjandra. Hal ini sudah mempermalukan aparat penegak hukum sehingga pertemuan antara Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra perlu dilakukan penyelidikan dugaan tindak pidana,” kata dia.

Bob menambahkan, penelusuran tindak pidana atas pertemuan Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra memberikan efek kepada penegak hukum khususnya Jaksa agar bekerja sesuai dengan kewenangan serta peraturan perundang-undangan.

“Kita menginginkan agar para penegak hukum, khususnya Jaksa, mampu bekerja secara profesional, transparan secara akuntabel dalam melakukan penegakan hukum di Indonesia,” imbuhnya, dilansir Kantor Berita RMOLSumut.

Selain itu, penangkapan Djoko Tjandra merupakan suatu kewajiban atau hal yang biasa. Namun pengungkapan isi pembicaraan dari pertemuan Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra merupakan hal yang luar bisa.

“Kami meminta agar Kabareskrim Polri segera melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana atas pertemuan tersebut,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya