Berita

Salah satu bagian dalam bangunan kuno Cordoba/Net

Histoire

Karya Seni Islam Kuno Buktikan Hubungan Erat Kaum Muslim Dengan Dunia Barat

JUMAT, 31 JULI 2020 | 11:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejak ekspansi Kekaisaran Umayyah di abad ketujuh hingga jatuhnya Ottoman di awal abad ke-20, seniman Muslim menghasilkan aliran berbagai karya agung yang beredar di seluruh dunia dan telah menghiasi tempat-tempat ibadah, istana dan tempat tinggal mewah kaum bangsawan .

Berlawanan dengan kepercayaan populer, karya seni Islam pada dasarnya tidak bersifat religius. Seniman dan pengrajin mengerjakan ulang motif dan teknik seni pra-Islam untuk menciptakan estetika baru, yang menampilkan perpaduan yang menakjubkan antara budaya dan peradaban kembali ke zaman kuno, dikutip dari AFP, Kamis (30/7)

Salah satu seni yang terkenal hingga kini adalah Seni Kaligrafi. Seni ini dikembangkan pada masa pemerintahan dinasti Umayyah, yang memerintah sebagian besar Timur Tengah dan Afrika Utara dari pertengahan abad ketujuh hingga pertengahan abad ke delapan sebelum sisa-sisa kekhalifahan menciptakan sebuah emirat di Cordoba, di tempat yang sekarang bernama Spanyol, yang berlangsung hingga abad ke-11.


Kaligrafi muncul sebagai bagian dari larangan penggunaan tokoh manusia di dalam bangunan keagamaan dan sentralitas bahasa Arab dalam budaya. Selain seni tulisan tangan, masjid-masjid pada zaman itu menampilkan kombinasi luar biasa dari mosaik dan dedaunan, yang terilhami dari Yunani Kuno dan Roma.

Masjid-masjid besar Umayyah di Damaskus dan Cordoba, Masjid Biru yang berdiri abad ke-15 di Iran dan Taj Mahal abad ke-17 semuanya menunjukkan estetika yang kaya yang memanfaatkan keterampilan seniman dari berbagai disiplin ilmu: pengrajin kaca, pembuat lampu , tukang emas, tukang melapis dan banyak lagi. Para seniman itu  menggunakan bahan-bahan seperti emas, batu giok, marmer, kayu hitam dan rosewood Afrika.

Keindahan seni dan arsitektur ini juga merupakan produk dari pengaruh ilmiah dalam seni Islam. Contohnya termasuk astrolab  yang digunakan oleh para ilmuwan dan pelaut untuk menunjukkan dengan tepat posisi planet dan bintang dan naskah Arab De Materia Medica yang diterjemahkan dari karya Yunani abad pertama di Baghdad abad kesembilan. Keduanya menunjukkan kepada kita sebuah budaya dengan sains pada intinya, serta menjadi karya seni yang luar biasa yang pernah tercipta.

Kekhalifahan Abbasiyah yang menggulingkan Bani Umayyah pada tahun 750 Masehi meluncurkan dorongan besar untuk penerjemahan, terutama untuk karya sains dan filsafat dari Yunani Kuno dan Roma. Dengan melakukan hal itu, mereka mewariskan banyak manuskrip yang indah serta pengetahuan ilmiah yang berlimpah  yang kemudian diadopsi oleh Barat dan berkontribusi pada masa Renaissance.

Permata arsitektur dalam bentuk masjid menggunakan estetika berdasarkan kaligrafi, bunga, warna dan geometri bukan gambar manusia. Namun, tempat-tempat lain seperti istana, rumah para bangsawan, benda-benda dekoratif dan buku-buku banyak menggunakan tokoh-tokoh orang dan hewan.

Singa Monzon adalah salah satu contoh terpenting dari gaya ini. Mahakarya itu sekarang  dipajang di Museum Louvre. Mahakarya yang terbuat perunggu cor ini diproduksi di Al-Andalus (era Islam Spanyol) dan para ahli percaya itu diproduksi pada abad ke-12 atau ke-13 dan digunakan sebagai mulut air mancur. Yang lainnya, yakni panel ubin Iran abad ke-17 yang dipajang di Met di New York menunjukkan seorang wanita yang menyajikan anggur kepada seorang pria Eropa.

Buku-buku bergambar memberikan bukti serupa tentang kebebasan berekspresi yang tersedia untuk seni Islam. Contoh-contoh penting termasuk puisi epik Persia Shahnameh, yang ditulis pada awal abad ke-11 dan Jami-al-tawarikh , sebuah karya sastra dan sejarah abad ke-14 yang memuat gambaran Nabi Yunus dan malaikat.

Teknik-teknik dari seni Islam digunakan di Barat pada abad-abad kemudian, termasuk dalam arsitektur Spanyol dan pembuatan kaca Italia. Karya seni yang dibuat oleh pengrajin Muslim juga digunakan oleh orang Eropa untuk upacara keagamaan. Mungkin contoh terpenting dari hal ini adalah Baptistère de Saint Louis , sebuah piala hiasan yang terbuat dari kuningan tempa dengan lapisan emas, perak dan niello. Dibuat di Mesir selama Kesultanan Mamluk, itu digunakan untuk pembaptisan beberapa raja Prancis termasuk Louis XIII, yang dibaptis pada 1606.

Perjalanan seni Islam telah dilakukan di seluruh dunia Barat menjadi bukti hubungan intim antara kedua budaya serta bagaimana karya agung ini merupakan bagian dari warisan semua umat manusia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya