Berita

Mendikbud Nadiem Makarim diharapkan bisa membangun infrastruktur digital pendidikan/Net

Politik

PJJ Dinilai Berdampak Negatif, Nadiem Diminta Kembangkan Infrastruktur Digital Untuk Pendidikan

JUMAT, 31 JULI 2020 | 10:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19) memiliki dampak negatif bagi perkembangan kepribadian anak secara luas.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, anak-anak lebih suka bermain game dan media sosial ketimbang fokus belajar secara mandiri, meskipun sudah dibimbing oleh orang tua di rumah.


"Mata, otak, dan hati anak-anak kita akan rusak. Mereka akan menjadi penghuni dunia maya yang palsu," kata Fahri melalui keterangan tertulisnya, Jumat (31/7).

Menurut mantan politikus PKS ini, daripada menerapkan kebijakan sekolah mandiri dengan sistem PJJ, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, lebih baik mengembangkan infrastruktur digital pendidikan rakyat untuk memajukan pendidikan Indonesia.

"Mas Menteri punya jejak sukses bikin infrastruktur digital bagi tukang ojek. Mengapa tidak diteruskan dengan infrastruktur digital bagi pendidikan rakyat?" tanya Fahri.

"Dana Kementerian Pendidikan adalah yang terbesar dan mandatori konstitusi kita 20 persen APBN tiap tahun. Ayo Mas Menteri Kita Bisa!" kata mantan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 ini.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya