Berita

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020/RMOLNetwork

Politik

Kecewa, Alasan Utama Kader Partai Yang Pilih Ganti Bendera

KAMIS, 30 JULI 2020 | 16:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Fenomena politisi loncat partai merupakan hal biasa terjadi, terutama ketika menjelang Pemilu.

Ada beberapa alasan yang sering melatarbelakangi perpindahan politisi dari partai lama ke partai baru. Salah satu alasan yang paling kuat adalah kekecewaan terhadap kebijakan yang diterbitkan partai.

Begitu disampaikan pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Nurtanio (Unur) Bandung, Djamu Kertabudi, Kamis (30/7).


“Politisi hengkang dari satu partai kemudian berlabuh ke partai lain memang kerap terjadi di perpolitikan tanah air, baik di level pusat maupun di kewilayahan,” ungkap Djamu ketika dikonfirmasi wartawan.

Djamu menambahkan, perpindahan armada politik dari politisi kerap disorot lantaran bertepatan dengan momen pemilu, baik itu Pileg maupun Pilkada seperti yang saat ini terjadi di Kabupaten Bandung.

“Seperti kita ketahui bersama, menghadapi Pilkada Kabupaten Bandung seorang kader Golkar (Dadang Supriatna) hengkang ke PKB dan jadi bakal calon bupati. Artinya melawan figur dari partai sebelumnya,” kata Djamu, dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Dalam catatan Djamu, situasi ini sempat terjadi di Pilkada 2018 lalu untuk Kabupaten Bandung Barat. Di mana Bupati saat ini (Aa Umbara) hengkang (dari PDIP ke Nasdem) dan berhasil dalam menang kontestasi itu.

“Lantas apakah Dadang Supriatna yang berdampingan dengan artis Sahrul Gunawan di Pilkada 2020 ini akan bernasib sama dengan Aa Umbara yang didampingi artis Hengky Kurniawan? Kita lihat saja,” jelasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya