Berita

Aksi elemen pemuda Sukoharjo untuk mengkampanyekan Pilkada damai di wilayahnya/RMOLJateng

Politik

Serukan Pilkada Damai, Elemen Pemuda Sukoharjo Juga Tolak Jadi Komoditi Politik

KAMIS, 30 JULI 2020 | 08:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pilkada damai menjadi dambaan seluruh elemen masyarakat. Namun, hal tersebut tetap harus terus digaungkan, agar masyarakat bisa paham pentingnya Pilkada yang tenang dan damai.

Untuk itulah, sejumlah elemen pemuda Sukoharjo melakukan aksi serukan Pilkada damai. Khususnya di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah pada tahun ini.

Aksi damai ini diikuti sekira 25 pemuda perwakilan sejumlah komunitas dan digelar di Monumen Perjuangan Proliman Sukoharjo, Rabu (29/7).


Sejumlah perwakilan komunitas pemuda seperti karang taruna, anggota perguruan silat, komunitas motor dan lainnya bersama-sama menyerukan Pemuda Sukoharjo Bersatu Pilkada Damai.

"Pilkada Sukoharjo sudah dimulai, para calon bupati dan tim suksesnya sudah bergerilya mencari dukungan masyarakat, utamanya pemuda sebagai pemilih pemula,” kata koordinator aksi, Praktiknyo.

Ada empat poin yang diserukan para pemuda Sukoharjo dalam aksi kali ini. Yakni pemuda tidak mau dijadikan komoditi politik, pemuda tidak mau diadu domba, pemuda tidak akan terprovokasi atas isua dan hoaks, dan pemuda bersatu meski beda pilihan.

"Kami tidak akan terlibat dalam pemilihan kepala daerah jika kaum muda hanya dijadikan komoditi politik. Dan akan membuka komunikasi setelah proses Pilkada selesai,” tegasnya, dilansir Kantor Berita RMOLJateng.

Aksi damai ini tetap mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian hingga berakhir menjelang malam.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya