Berita

Ketua DPP PAN Zita Anjani/Net

Politik

PJJ Ala Pemerintah Bukan Mempermudah, Tapi Justru Menambah Beban Rakyat

KAMIS, 30 JULI 2020 | 07:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Para pendahulu bangsa tidak hanya berjuang untuk merebut kemerdekaan, namun juga memastikan agar para penerusnya kelak mendapatkan jaminan pendidikan.

Sementara itu, Ketua DPP PAN, Zita Anjani menilai Indonesia sekarang sedang mengalami “darurat pendidikan”.

Di tengah pandemik Covid-19 yang tengah melanda, pemerintah justru menghadirkan kebijakan yang baginya telah merenggut masa depan anak bangsa.


"Melihat kondisi saat ini, rasanya pupus harapan pendahulu kita. Darah, jeritan dan tangis mereka hanya menjadi pelengkap cerita di dalam buku sejarah, tak bermakna dan tak berarti apa-apa," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOL Jakarta, Kamis (30/7).

Dalam perjalanannya mengunjungi masyarakat, wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta ini memotret penderitaan yang dialami para orang tua siswa.

Zita melihat, kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang digagas pemerintah di tengah virus corona, bukannya memudahkan pembelajaran tetapi justru menambah beban.

Pasalnya orang tua harus menyediakan gadget untuk anak-anaknya. Belum lagi pulsa kuota tiap bulan yang tidak murah. Selain itu, waktu orang tua pun ikut tersita karena harus mendampingi anak-anaknya.

"Mungkin tidak berat bagi mereka yang memiliki pendamping anak di rumah, orang tuanya bisa fokus bekerja. Tapi tidak untuk mereka yang saya temui. Sungguh lebih banyak jumlahnya jika bapak/ibu ingin turun langsung melihatnya, cobalah," ungkapnya. 

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya