Berita

Pengamat politik Unas, Andi Yusran/Net

Politik

Seharusnya Wabah Corona Jadi Peluang Indonesia Menjelma Sebagai Negara Besar

RABU, 29 JULI 2020 | 18:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pandemik virus corona baru (Covid-19), seharusnya tidak mengendorkan kreativitas pemerintah dalam menghadirkan terobosan-terobosan.  

Pengamat Politik dari Universitas Nasional (Unas) Andi Yusran beranggapan, wabah corona sesungguhnya bisa jadi peluang bagi Indonesia menjelma menjadi negara besar dan mandiri.

"Seharusnya hanya satu tim khusus yang fokus kepada penyelesaian masalah pandemik Covid-19, sementara tim yang lain seharusnya tetap eksis membuat terobosan-terobosan," ungkapnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/7).


Andi pun mencotohkan, tim ekonomi seharusnya mempunyai desain khusus menggenjot ekonomi di masa pandemik. Bagaimana sektor UMKM diberi insentif khusus dan stimulus ekonomi untuk tetap eksis dengan memanfaatkan model bekerja dari rumah.

Begitu juga di sektor pertanian dan pangan, seharusnya bisa dibuat lebih produktif karena manpower Indonesia bertambah setelah banyaknya SDM yang di PHK khususnya yang bekerja di sektor riil .

Namun sejauh ini menurutnya belum ada resep cerdas yang lahir dari setiap kementerian dalam rangka mensiasati pandemik Covid-19.

"Idealnya ke depan Presiden me-redesign pembangunan nasional di era Covid dan post-Covid. Dimana Satu tim Nasional yang menangani pandemi Covid-19 terdiri dari lintas kementerian dan lembaga," saran Andi Yusran.

Lalu tim lain, menurut Andi dapat menangani pengembangan ekonomi nasional dan tim ketiga khusus menangani sektor kesejahteraan rakyat .

"Ketiga tim tersebut urgensi dibutuhkan saat ini dan ke depan," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya