Berita

Gareng Pung/Net

Jaya Suprana

Misteri Gareng Pung Amerika

SENIN, 27 JULI 2020 | 08:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SATU di antara sekian banyak indikasi bahwa mahluk hidup niscaya terkait dengan matematika adalah magicicada sebagai jenis cicada yang hidup di Amerika.

Di Indonesia, cicada disebut sebagai tonggeret dengan anekaragam julukan lokal mulai dari gareng pung, kinjeng nangis, cengreret, turaes, uir-uir, sampai  nyenyeng; tergantung bunyi bising yang dikeluarkan oleh generator suara di bawah sayap mereka dan dalam bahasa daerah mana sebutan berasal.

Amerika Serikat



24 Mei 2020, New York Times memuat sebuah artikel-berita berjudul bombastis “ After 17 Years Underground, Cicadas Stage a 2020 Southern Invasion”  dengan sub-judul “The big and noisy insects have started to emerge and are looking to mate in Virginia, West Virginia and North Carolina”.

NYT berkisah sejenis tonggeret yang hidup di Amerika yang tampil ke permukaan bumi secara berkala dalam kurun waktu 17 tahun. Dan pada tahun 2020 kebetulan wabah gareng pung hadir nyaris bersamaan dengan wabah Covid-19.

Gareng pung Amerika selama 17 tahun hidup sebagai larva di dalam tanah. Kemudian setelah tiba saatnya, uir-uir USA itu keluar dari dalam tanah seperti para zombies bangkit dari liang kubur masing-masing.

Kemudian mereka merangkak secara bersamaan dalam jumlah sampai miliaran ke arah yang sama ke dalam hutan belantara untuk naik ke pepohonan dan bermukim di dahan pohon.

Kemudian magicicada berubah menjadi mahluk serangga bertubuh hitam dan bermata merah yang bisa terbang untuk memakan dedaunan di sekitar mereka.

17 Tahunan

Kebangkitan kembali milardan gareng pung Amerika itu disambut gembira oleh para rakun, kura-kura dan burung-burung yang gemar menyantap mereka mau pun juga para entomologis yang sabar menanti selama 17 tahun. Ada pula manusia yang gemar menggoreng gareng pung Amerika yang konon gurih rasanya.

Bagi para petani, tonggeret 17 tahunan itu potensial berperan sebagai wabah yang merusak tanaman pertanian dan perkebunan.

Mujur mereka hanya berusia tiga hari untuk kemudian meninggalkan dunia fana ini setelah para betinanya bertelur dan meletakkan milardan telur di dalam tanah untuk kemudian menjadi larva yang hidup dari makan akar pepohonan sambil menunggu saat setelah 17 tahun ke luar dari dalam bumi untuk selama tiga hari hidup dan berkembang-biak di atas permukaan bumi.  Dan seterusnya berulang-ulang sevcara berkala 17 tahunan.

Angka Prima

Di Amerika masih ada sejenis tonggeret yang tampil secara berkala 13 tahunan. Banyak pihak termasuk Bob Dylan keliru menyebut locust yang sebenarnya bukan cicada tetapi belalang.

Menarik adalah 13 dan 17 yang dalam ilmu matematika merupakan dua angka prima. Para matematikawan sepakat bahwa sebagai angka prima, angka 13 didahului oleh 1,2,3,5,7 dan 11 sementara angka 17 dilanjutkan oleh 19, 23, 29 dan seterusnya sampai infiniti.

Mungkin saja ada tonggeret Indonesia tampil secara berkala setiap 1 atau 2 atau 3 atau 5 atau 11 tahun. Namun belum diketahui secara pasti sebab belum ada penelitian komprehensif tentang tonggeret Indonesia.

Para ilmuwan sudah bisa menjawab pertanyaan tentang apa, bagaimana, bahkan kapan tonggeret Amerika setiap 13 dan 17 tahun muncul ke permukaan bumi.

Namun masih belum ada yang mampu secara sempurna menjawab pertanyaan tentang kenapa  tidak semua tonggeret Amerika berkala setiap 13 dan 17 tahun muncul di marcapada.

Juga mengenai kenapa para tonggeret memilih angka prima 13 dan 17  sebagai kurun waktu menampilkan diri di permukaan  bumi Amerika masih lestari merupakan misteri kehendak kemahakuasaan Yang Maha Kuasa.

Penulis adalah pembelajar misteri keajaiban kehidupan di planet bumi

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya