Berita

Politisi PDIP Adian Napitupulu/Net

Politik

Adian Sarankan Jokowi Cari Menteri Double Gardan, Jangan Yang Kena Lumpur Langsung Macet

MINGGU, 26 JULI 2020 | 07:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perombakan Kabinet Indonesia Maju sebagaimana yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo pasti akan terjadi.

Setidaknya keyakinan itu yang disampaikan politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu saat acara “Buka-bukaan Adian Napitupulu” yang disiarkan akun YouTube, Ngobrol Yuk 2020, Kamis (23/7) lalu.

Aktivis Forum Kota (Forkot) ini mengurai bahwa reshuffle memang hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Namun berdasarkan amatannya, tanda-tanda jajaran kabinet dirombak sudah muncul.


"Reshuffle atau tidak, semuanya ada di tangan presiden, itu hak prerogatif dia. Tapi kalau saya baca tandanya pasti terjadi reshuffle. Siapa yang direshuffle, saya nggak tahu, jawaban hari ini saya tidak tahu," kata Adian.

Lebih lanjut, sekjen Pena ’98 memberi saran kepada Presiden Jokowi dalam mengganti menteri. Menurutnya, menteri yang lembek dalam mengatasi rintangan yang tidak biasa harus diganti.

Dia lantas menyamakan menteri tersebut dengan mobil yang hendak digunakan untuk berjalan di atas jalan yang penuh rintangan. Dalam hal ini, mobil 4 x 2 atau kendaraan roda empat dengan sistem penggerak yang hanya memungkinkan dua roda untuk menerima tenaga dari mesin secara bersamaan, tidak akan mampu melaju dengan baik.

Untuk itu, dia menyarankan Jokowi memasukkan menteri yang mirip dengan mobil 4 x 2 atau double gardan, yang memungkinkan empat roda menerima tenaga dari mesin secara bersamaan
 
“Kalau memang mau ganti menteri, ganti yang double gardan aja lah, dia pelan bos, tapi jalan terus. Double gardan ini nggak peduli lumpur, nggak peduli batu, nggak peduli nanjak, dia jalan terus,” urainya.

“Jangan menteri yang 4 x 2, ada lumpur sedikit macet, jangan. Cari menteri double gardan, karena situasi sekarang tidak berjalan di jalan landai dan datar," sambung Adian.

Presiden Jokowi juga diminta memperhatikan BUMN dengan diisi oleh sosok yang benar lantaran perusahaan BUMN sangat bersentuhan dengan rakyat Indonesia.

"Ya menurut saya salah satunya yang harus diperhatikan oleh presiden, ya BUMN. Karena di situ ada Rp 8 ribu triliun aset, di situ ada seribu perusahaan, sampai seribu dua ratus perusahaan yang memang bersentuhan dengan sektor-sektor kebutuhan rakyat, ini harus bener nih," pungkas Adian.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya