Berita

Presiden Jokowi saat bersepeda di Istana Bogor pagi tadi/Net

Kesehatan

Mengacu Protokol WHO, Meski Negatif Corona Jokowi Wajib Isolasi Diri Selama 14 Hari

SABTU, 25 JULI 2020 | 18:03 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Walau hasil swab test Presiden Joko Widodo terkonfirmasi negatif virus corona baru (Covid-19), namun belum tentu orang nomor satu di Indonesia itu bebas melakukan aktivitas keseharian seperti biasa.

Menurut protokol kesehatan dunia yang ditetapkan WHO, orang yang pernah atau sempat kontak dengan kasus terkonfirmasi positif atau mendatangi daerah infeksi harus mengisolasi diri minimal 14 hari.

Karena, masa inkubasi Covid-19 adalah 14 hari setelah orang tersebut melakukan kontak dengan kasus positif atau berpergian ke wilayah yang memiliki intensitas penularan yang tinggi.


Sebagai contohnya, protokol kesehatan yang ditetapkan WHO ini sudah diikuti dan bahkan diterapkan di New York, Amerika Serikat dengan mewajibkan masyarakatnya yang berkunjung ke 22 daerah yang masuk kategori zona penularan tinggi corona (zona merah).

Sebagaimana yang dijelaskan di pemberitaan online New York, syracuse.com, seseorang yang melakukan uji spesimen dan hasilnya negatif Covid-19 sebelum 14 hari masa inkubasi, maka tidak dapat diklaim bebas dari proses karantina.

"Tidak, karena itu bisa memakan waktu hingga 14 hari untuk mengembangkan Covid-19 setelah terpapar virus," tulis syracuse.com sebagaimana dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (25/7).

Selain itu, seseorang yang sudah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif dan atau bepergian ke zona merah, juga tidak bisa memaksakan diri untuk lepas dari masa karantina 14 hari.

Berdasarkan protokol kesehatan dunia tersebut maka Presiden Joko Widodo sepatutnya mengisolasi diri selama 14 hari, dengan menghindarkan diri dari interaksi dengan keluarga maupun staf kepresidenan.

Sebab sebagaimana diketahui, Kepala Negara sempat melakukan pertemuan dengan Walikota Solo Achmad Purnomo yang belakangan terkonfirmasi terjangkit Covid-19, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (16/7).

Dua hari setelah pertemuannya dengan Presiden, Achmad Purnomo melakukan pemeriksaan swab sebanyak dua kali, namun baru diketahui positif di pemeriksaan keduanya.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono pun memastikan bahwa Presiden senantiasa melakukan pemeriksaan swab secara rutin kepada Presiden dan keluarganya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya