Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Ki Jogoboyo Sarankan Gelar Merti Desa Agar Wabah Segera Berlalu, Sambut 195 Tahun Kabupaten Wonosobo

SABTU, 25 JULI 2020 | 10:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah warga di Dusun Ledhok, Desa Plobangan, di Negeri Saba, tba-tiba jatuh sakit. Penyakit misterius itu bahkan menyebabkan beberapa di antaranya meninggal. Desa yang sebelumnya tenang dan damai itu kini geger. Semua dikecam ketakutan. Apa yang terjadi dan penyakit apa yang tiba-tiba menyerang sebagian warga desa?

Pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo begitu menghayati peran mereka dalam drama 30 menit itu. Drama teatrikal itu dikemas sebagai persembahan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-195 yang jatuh pada Jumat (24/7), dan akan ditayangkan di kanal YouTube Pemkab Wonosobo, seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo, Eko Suryantoro.

“Kami dibantu para seniman di Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra), menggagas drama ini hanya dalam waktu seminggu terakhir, sekaligus merancang skenario hingga pengambilan gambarnya,” terang Eko, dikutip dari Pemkab Wonosobo di laman resmi Pemprov Jateng, Jumat (24/7).


Kelanjutan dari kisah itu adalah, warga dusun yang dicekam rasa takut, panik, dan cemas, diminta untuk tidak keluar rumah. Mereka dilarang beraktivitas, baik bertani maupun berdagang, sampai penyakit itu hilang. Akhirnya warga mendadak jatuh miskin, bahkan sekadar memenuhi kebutuhan makan setiap harinya pun, kesulitan.

Di tengah kondisi yang memprihatinkan, munculah Ki Jogoboyo, sesepuh sekaligus penanggung jawab ketenteraman desa yang segera menemukan asal muasal penyebab munculnya pageblug tersebut.

“Semua berawal dari kealpaan kita sendiri, yang selama beberapa warsa terakhir tidak menggelar Merti Desa sebagai bentuk puji dan rasa syukur atas panen warga desa yang melimpah,” tutur Ki Jogoboyo dalam gelar pisowanan bersama para pemangku dusun.

Atas inisiatif Ki Jogoboyo pula, kisruh yang menimpa Dusun Ledhok kemudian diurai dengan kembali menggelar Merti Desa, yang juga diiringi dengan doa bersama dan tarian Lengger sebagai wujud dari masih adanya rasa syukur segenap warga.

Akhirnya desa itu kembali tentram seperti dulu kala, meskipun harus melalui masa sulit yang cukup panjang.

“Semoga drama tersebut mampu menjadi hiburan warga, yang masih satu rangkaian dengan peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Wonosobo, serta saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19," ujar Eko.

Diterangkannya pada tahun ini Pemkab tidak menggelar acara meriah. Eko dan jajarannya berharap agar di usia ke 195, Kabupaten Wonosobo semakin kuat, tangguh, maju, sejahtera, dan mandiri, meski saat ini pun tidak luput dari keprihatinan akibat Pandemi Covid-19.

Bambang Sutejo, sang sutradara menerangkan, gagasan mengangkat cerita Memala di Dusun Ledok, Plobangan, karena gambaran dari munculnya wabah Covid-19. Dipilihnya Desa Plobangan, agar masyarakat paham dengan sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo yang berawal dari dusun itu, 195 tahun silam.

“Ini drama yang menggambarkan kehidupan di tengah suasana pagebluk atau pandemi wabah, yang juga sarat dengan cerita sejarah awal berdirinya kabupaten Wonosobo,” tutur Bambang, yang berharap drama itu bisa menjadi tontonan yang menghibur.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya