Berita

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya mengekspor bawang merah asal Probolinggo/Istimewa

Bisnis

Di Tengah Pandemik, Balai Pertanian Surabaya Ekspor Bawang Merah Ke Thailand

RABU, 22 JULI 2020 | 01:58 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Pandemik Covid-19 yang tengah melanda tak menyurutkan petani Indonesia untuk memasarkan hasil pertaniannya hingga ke luar negeri.

Bahkan, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya turut andil memfasilitasi ekspor produk bawang merah asal Probolinggo.

Setidaknya, 52,4 ton bawang merah diekspor ke Thailand oleh PT Cipta Makmur Sentausa (CMS). Ini merupakan ekspor perdana bawang merah Probolinggo di tahun 2020.


"Kali ini kami kirimkan dua kontainer dulu ke Thailand, totalnya 52,4 ton. Ini perdana di tahun ini karena kan di Probolinggo belum panen raya. Kami pun masih menunggu untuk panen raya," kata Direktur PT Cipta Makmur Sentausa, Wantik melalui siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (21/7).

Wantik mengatakan, meskipun harga bawang merah masih tinggi karena belum panen raya, namun ekspor tetap dilakukan lantaran adanya permintaan dari negara tujuan, yakni Thailand.

"Tahun lalu kurang lebih kami mengekspor 15 sampai 20 kontainer. Per kontainernya 28 ton. Biasanya mulai Juli itu stok melimpah, karena panen raya biasanya Juli," jelas Wantik.

Negara-negara seperti Thailand diakuinya sangat berminat terhadap bawang merah Probolinggo yang memiliki beberapa keunggulan. Di luar Thailand, ada negara Vietnam yang juga berminat dengan bawang merah Indonesia.

"Untuk Vietnam kita saat ini sudah tidak bisa masuk ke sana lagi. Makanya kami mohon bantuan pemerintah agar bawang merah kita bisa masuk pasar ekspor Vietnam lagi," ujar Wantik.

Sementara itu, Salim salah satu pelaku usaha bawang merah asal Probolinggo mengaku hingga kini belum memberikan bantuan kepada petani bawang merah di Probolinggo, baik itu berupa pupuk maupun bibit.

Padahal, kata dia, bantuan pemerintah bisa membuat biaya produksi petani lebih murah dan membuat petani bisa bersaing di pasar ekspor.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya