Berita

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Abdul Fikri Faqih/Istimewa

Politik

Dianggap Bekerja Sendirian Cari Lawan Gibran, DPW PKS Jateng: Siapa Bilang?

SENIN, 20 JULI 2020 | 17:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sebagai partai yang bertekad untuk mencegah terjadinya calon tunggal di Pilwalkot Solo, Partai Keadilan Sosial (PKS) yang punya 5 kursi di DPRD Solo dianggap hanya bekerja sendirian.

Hal ini dibantah Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Abdul Fikri Faqih. Apalagi PKS butuh minimal dua atau tiga partai untuk bisa mengusung sosok yang bisa menjadi lawan bagi Gibran Rakabuming Raka di Pilwakot Solo 2020.

“Siapa bilang PKS sendirian? Enggak kok. Kalau PKS masih yakin, yang lain masih bisa,” ujar Fikri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/7).


Fikri menerangkan, saat ini baru PDI Perjuangan yang telah mengeluarkan rekomendasi cakada, masih ada delapan parpol lain yang belum mengumumkan. Artinya masih ada peluang bagi PKS untuk berkoalisi dengan parpol lain dan menentukan sosok rival Gibran.

PKS pun telah menjalin komunikasi dengan parpol lain guna mengatur arah politik dalam menghadapi Pilkada Desember mendatang. Calon kepala daerah yang nanti diusungnya pun bisa jadi bakal diumumkan pada injury times.

“Selama janur belum melengkung masih bisa. Saya pernah di tempat saya Tegal itu, saya masih mengusung, tapi ternyata calon kita lempar handuk, ya sudah langsung diganti,” katanya.

“Itu sudah biasa, di Pilkada itu biasa, kalau belum tanggal 4 September (penutupan), belum maju ke KPUD, masih bisa (berubah),” bebernya.

Dia mencontohkan pemilihan kepala daerah di Karanganyar, saat mengusung calon petahana. Jelang hari H penutupan pendaftaran, PKS memisahkan diri dari parpol koalisinya pada malam harinya.

“Begitu biasa. Meskipun contoh kurang baiknya kita kalah. Tapi kan di beberapa tempat kita menang juga,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya