Berita

Kepala Bappilu Demokrat Andi Arief/Net

Politik

Sindir Djarot, Andi Arief: Musim Covid-19 Kok Seneng Jualan Ideologi

SENIN, 20 JULI 2020 | 15:03 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat yang enggan berkoalisi dengan PKS dan Demokrat di Medan, Sumatera Utara membuat Kepala Bappilu Demokrat Andi Arief meradang.

Terlebih, dalam alasannya, Djarot menyinggung mengenai arah politik yang berbeda antara PDIP dengan kedua partai oposisi tersebut.

Menanggapi itu, Andi Arief mengurai bahwa syarat utama pilkada bukanlah soal ideologi atau arah politik partai di pusat. Melainkan syarat administratif partai politik dalam mengusung jagoannya.


"Pilkada itu syaratnya kecukupan kursi. Bukan kecukupan ideologi Pak Djarot," kata Andi Arief lewat akun media sosialnya, Senin (20/7).

Dia mengatakan politik nasional tidak bergerak linier dengan politik lokal suatu daerah. Sehingga, mengusung salah satu paslon Pilkada tidak bisa hanya dipandang dari perbedaan ideologi semata.

Andi menambahkan, selama ini Partai Demokrat menjalin komunikasi yang baik dengan sejumlah partai termasuk PDI Perjuangan. Bahkan di sejumlah daerah telah melakukan koalisi untuk mengusung kepala daerah.

"Dari 147 rekomendasi Partai Demokrat yang keluar, ada 35 kerjasama paslon PDIP dengan Partai Demokrat," bebernya.

"Musim Covid-19 kok seneng jualan ideologi," demikian Andi Arief menyindir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya