Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Trump Atau Biden

SABTU, 18 JULI 2020 | 22:57 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT pageblug Corona ditambah demo besar-besaran bukan hanya di dalam negeri namun juga menyebar ke luar negeri akibat pembunuhan keji terhadap George Floyd. Tampaknya Donald Trump harus menempuh perjalanan tidak terlalu mulus untuk kedua kali memenangkan pemilihan Presiden Amerika Serikat yang direncanakan diselenggarakan 3 November 2020.

Ulah  

Ibarat pertandingan sepakbola, sampai dengan saat naskah ini ditulis, pasar taruhan Donald Trump versus Joe Biden lebih berpihak ke Joe Biden. Jauh.


Dalam sebuah acara talkshow bahkan Donald Trump yang lazimnya optimis serta sombong  mengakui bahwa kemungkinan rakyat akan memilih Joe Biden bukan karena Biden lebih hebat namun karena tidak suka terhadap ulah Trump.

Memang sikap rasis dan ucapan kasar merupakan dua titik kelemahan utama sebagai sumber antipati publik terhadap Donald Trump.

Semboyan “America First” yang semula membuat Donald Trump sangat popular di masyarakat industri dan perdagangan Amerika Serikat lambat namun pasti malah menimbulkan kesan arogan yang menakutkan mirip Joseph Stalin.

Sikap berpihak ke kaum kulit putih demi menegakkan apa yang digembar-gemborkan sebagai The White Supremacist mengesankan Trump setara jahat dengan Hitler yang ngotot ingin menegakkan supremasi ras Aria tanpa jelas alasannya sehingga malah lepas kendali  membasmi ras Yahudi.

Nasionalisme membabibutatuli gaya Trump di era globalisasi justru memunculkan chauvinisme yang merusak citra Amerika Serikat.

Pikun


Gaya kepemimpinan Trump yang semula terkesan seperti badut yang menghibur kini berubah menuju arah menjadi hantu yang menjengkelkan. Politik luar negeri gaya  bermain-main yang mempermainkan Kuba, Korea Utara bahkan Rusia memunculkan kesan tidak serius pada kemampuan Trump melakukan manajemen diplomasi.

Perang dagang melawan China secara asal hantam kromo berdasar paranoida menyebabkan seluruh dunia ketar-ketir akan merebak menjadi Perang Dunia III.

Malapetaka ekonomi USA akibat pageblug Corona 2020 analog ambruknya ekonomi USA akibat prahara wabah Influenza 1920 yang kemudian memicu The Great Depression yang menghancurleburkan ekonomi USA yang berdampak ke sekuruh dunia.  

Usia Donald Trump yang kini sudah 74 tahun sebagai presiden tertua USA pada saat resmi dilantik membuat lawan-lawan politiknya curiga bahwa pebisnis ulung  kelahiran New York ini jangan-jangan mulai pikun. Atau bahkan sudah pikun.

Mujizat

Namun apa yang terjadi di panggung politik Pilpres Amerika Serikat tidak dapat diduga apalagi dipastikan. Dalam tiga bulan ke depan masih banyak peristiwa termasuk yang tak terduga bisa saja terjadi.  

Pasti Donald Trump beserta para die hard pendukungnya tidak sudi tinggal diam namun gigih berjuang dengan menghalalkan segala cara sampai titik keringat, air mata dan darah penghabisan demi mempertahankan tahta singgasana kepresidenan yang telah terlanjur dinikmati.

Jangan lupa fakta sejarah bahwa pada Pilpres 2016 segenap indikasi politik meyakinkan bahwa Hillary Clinton pasti akan berjaya mengungguli Donald Trump. Bahkan pada kenyataan hasil hitungan suara, sebenarnya Hillary memperoleh total suara rakyat lebih banyak ketimbang Donald.

Namun fakta sejarah membuktikan bahwa sistem pemilihan USA yang memang “istimewa” akhirnya malah memenangkan Donald Trump untuk menjadi Presiden ke 45 negara teradikuasa di planet bumi masa kini.  

Maka apa yang akan terjadi pada Pilpres AS 2020 juga mustahil dapat dipastikan sebab mujizat sama sekali bukan mustahil terjadi.

Penulis adalah pembelajar geopolitik dunia

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya