Berita

Brigjen Prasetyo Utomo/Net

Hukum

Brigjen Prasetyo Utomo, Satu-satunya Pejabat Bareskrim Yang Dapat Jabatan Hasil Lelang

KAMIS, 16 JULI 2020 | 14:25 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

Sungguh tragis nasib Brigjen Prasetyo Utomo karena akhirnya ia dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Ia resmi dicopot berdasarkan Surat Telegram (TR) Kapolri bernomor ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020. Brigjen Prasetyo Utomo dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Yanma Mabes Polri.

Prasetyon dicopot karena menerbitkan surat jalan untuk buronan Djoko Tjandra.


Dari data yang diperoleh Indonesian Police Watch (IPW), surat jalan untuk Djoko Tjandra dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020, ditandatangi Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo.

Dalam surat jalan tersebut Djoko Tjandra disebutkan berangkat ke Pontianak, Kalimantan Barat pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020.

Kini, nasib burukpun menimpa Prasetyo akibat surat sakti atau katabelece yang diterbitkannya.

Tapi tak banyak yang tahu bahwa polisi yang satu ini sesungguhnya sosok yang cerdas dan berintegritas.

Prasetyo yang merupakan lulusan Akpol 1991 ini merupakan satu-satunya pejabat utama di lingkungan Bareskrim yang mendapatkan jabatan berdasarkan lelang terbuka.

Saat Idham Azis menjabat sebagai Kabareskrim, ia membuka kesempatan terbuka (lelang jabatan) bagi para polisi yang berminat jadi Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Prasetyo memberanikan diri untuk ikut dalam lelang jabatan itu.

Tes yang diikuti tidak gampang.

Selain harus membuat paper, ia juga harus mengikuti wawancara dari para penguji.

Kemudian, ada tim dari Bareskrim yang meninjau kediaman dari masing-masing peserta yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam lelang jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim.

Prasetyo dinyatakan lulus dari sekian banyak polisi yang ikut dalam lelang jabatan Karo Korwas PPNS.

Hal ini disampaikan langsung oleh Prasetyo saat berbincang dengan reporter RMOL Mega Simarmata, di sela-sela acara fit and proper test Calon Kapolri Idham Azis di Gedung DPR/MPR akhir tahun lalu.

Ia bahkan berkali-kali mengundang RMOL untuk datang berkunjung, paling tidak untuk makan siang bersama di ruang kerjanya di Bareskrim.

"Datang dong ke kantor saya, lihat seperti apa ruang kerja Karo Korwas PPNS," kata Prasetyo ketika itu kepada RMOL.

Tapi sudah 8 bulan, undangan Prasetyo belum sempat dipenuhi.

Dan sekarang ia malah sudah dicopot dari jabatannya.

Sulit dipercaya jika perwira tinggi yang sangat berintegritas dan cerdas seperti Prasetyo Utomo, atas inisiatifnya sendiri berani atau mau menerbitkan surat sakti untuk seorang buronan kelas kakap seperti Djoko Tjandra.

Tapi nasi sudah jadi bubur..

Pertanyaannya adalah siapa sebenarnya yang memerintahkan agar nasi itu dimasak (tapi karena kebablasan hingga akhirnya jadi bubur)?

Tragedi yang menimpa Prasetyo membuat hati menjadi sangat sedih dan miris, terutama bila mengingat slogan Bareskrim dalam tugas mereka:

To Serve And Protect For Justice And Humanity.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya