Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Akibat Budi Dan Amat

RABU, 15 JULI 2020 | 19:18 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI luar dugaan, naskah “Kemustahilan Luar Kepala” (11 Juli 2020) ternyata memicu gema diskursus secara berkelanjutan. Akibat nama adinda perempuan mahalontaromolog alumnus Universitas Oxford bukan di Ohio namun Inggris, DR. Sugi Lanus yang kebetulan menyandang nama Budi disebut di dalam naskah “Budi dan Amat” (13 Juli 2020) sebagai bukti bahwa nama Budi bukan monopoli lelaki maka DR Budi Lanus memperkuat bukti tersebut secara filologis sekaligus filosofis dan bahasa Indonesia dan Inggris bahkan otentik dilengkapi aksara Sansekerta (yang semoga bisa dimuat oleh redaksi media yang sedang anda baca ini) sebagai berikut:
 
Buddhi

Kalau orang tuanya paham bahasa Sansekerta menamakan budi itu alasannya karena kata budi itu "feminim". Buddhi is a feminine Sanskrit noun derived from budh, to be awake, to understand, to know. The same root is the basis for the more familiar masculine form Buddha and the abstract noun bodhi. Buddhi contrasts from manas (मनस्)  which means "mind", and ahamkara (अहंंकाऱ)  which means "ego, I-sense in egotism".


Sementara aktifis pembela hak perempuan dan kaum tertindas, DR. Nursyahbani Katjasungkana malah memiliki seorang teman perempuan di Komnas Perempuan periode lalu bernama Budi Wahyuni .

Hikmah

Berdasar diskursus yang bergerak ke berbagai penjuru mata angin itu, saya baru tersadarkan bahwa ternyata bahasa Sansekerta mirip bahasa Jerman dalam hal mengenal pembedaan kata berdasar jenis kelamin. Hanya saja saya memang masih harus tanya ke Doktor Sugi Lanus mengenai apakah bahasa Sansekerta juga mengenal jenis kelamin yang ketiga seperti bahasa Jerman.

Sebagai bahasa yang paling banyak mempengaruhi bahasa Indonesia wajar jika bermunculan nama yang bersifat maskulin seperti Joko, Amat, Dulah, Didi, Karno, Dirman, Kartono dan lain-lain di samping nama yang bersifat feminin seperti Aminah, Sarinah, Wati, Tiwi, Tini, Siti, Kartini dll. Meski dalam perjalanan jaman di mana paham diskriminasi gender terus menyurut maka terjadi proses pembauran jenis kelamin pada kata-kata bahasa Indonesia sehingga nama Budi tidak dimonopoli kaum perempuan seperti pada bahasa Sansekerta namun malah lebih lazim digunakan bagi nama kaum lelaki meski sama sekali bukan berarti nama Budi tidak boleh disandang kaum perempuan.

Fakta

Hikmah lainnya adalah fakta bahwa di antara langit dan bumi tidak ada ihwal yang tidak bisa (jika mau) diperdebatkan akibat memang tidak ada kesempurnaan di alam semesta ini kecuali Yang Maha Sempurna.

Satu lagi hikmah dapat dipetik dari diskursus akibat naskah “Kemustahilan Luar Kepala” yaitu fakta bahwa pembahasan yang terkesan mubazir terhadap permasalahan yang sebenarnya sudah dianggap bukan masalah ternyata dapat membuahkan perluasan wawasan pengetahuan tentang apa pun.

Termasuk ihwal yang disebut sebagai bahasa secara berkelanjutan bahkan seolah infinitas alias tak kenal batas akhir mau pun awal seperti alam semesta ini.

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya