Berita

Presiden Jokowi saat singung reshuffle kabinet pertengahan bulan lalu/Repro

Politik

Meski Tidak Bisa Otonom, Dalam Waktu Dekat Jokowi Akan Rombak Kabinetnya

RABU, 15 JULI 2020 | 05:27 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perombakan Kabinet diprediksi akan tetap dilakukan Presiden Joko Widodo. Meski wacana reshuffle yang dikemukan Kepala Negara pertengahan bulan lalu mulai menghilang, Jokowi saat ini hanya sedang melakukan kalkulasi politik.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL terkait wacana perombakan kabinet pemerintahan periode kedua Joko Widodo, Rabu dini hari (15/7).

Menurut Wempy, peluang perombakan kabinet sangat terbuka, mengingat kinerja para Pembantu Jokowi nampak belum maksimal.  


"Ini hanya menunggu momentum yang tepatnya. Kinerja para menteri belum maksimal karena publik belum merasakan dampak signifikan dari program yang dibuat Pemerintah. Maka tidaklah heran kalau kita melihat bahwa Jokowi terlihat kesal dan marah," demikian kata Wempy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/7).

Jokowi kata Wempy, pasti sudah mengantongi nama-nama yang akan dicopot dan diganti oleh sosok yang memiliki kemampuan eksekusi seluruh program yang dicanangkan saat kampenya 2019 lalu. Alasannya, situasi pandemik virus Corona baru (Covid-19) jadi argumentasi Jokowi mencari sosok yang cepat dan cekatan dalam eksekusi program.

Meski demikian, perombakan kabinet yang tak kunjung terealisasi karena saat ini Kepala Pemerintahan ini masih berada dalam bayang-bayang koalisi partai pendukung.

Imbasnya, dalam melakukan perombakan kabinet Jokowi tidak bisa otonom dan harus terlebih dahulu melakukan komunikasi politik.

"Pengaruh partai koalisi masih sangat besar dalam pemerintahan Jokowi. Kita tahu parpol koalisi juga melakukan manuver politik ketika Jokowi merencanakan reshuffle kabinet," demikian analisa Wempy.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya