Berita

Bendera merah putih setengah tiang di balkon apartemen/Istimewa

Jaya Suprana

Amanat Penderitaan Dokter

MINGGU, 12 JULI 2020 | 18:49 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEJAK awal April 2020, saya mengibarkan bendera merah putih setengah tiang di balkon apartemen saya sebagai ungkapan belasungkawa atas wafatnya sekitar dua ratus warga Indonesia akibat angkara murka virus Corona.

Tiga bulan kemudian pada awal Juli 2020 di tengah suasana duka atas wafatnya lebih dari 3.500 warga Indonesia akibat Covid-19, sang deklarator Untuk Indonesia Watch, mantan demonstran Orla dan Orba merangkap mahaguru geopolitik-ekonomi-global saya, Haryono Kartohadiprojo berbagi sebuah tulisan yang beredar di alam maya. Edaran itu memaklumatkan amanat penderitaan para dokter yang berada di gugus terdepan medan pertempuran melawan angkara murka virus Corona yang sedang mencengkeram persada Nusantara masa kini.

Beban Derita


Para dokter curhat bahwa siap mengorbankan jiwaraga untuk menolong para pasien Covid-19 namun sayang tampaknya perhatian, apalagi dukungan dari pihak pemerintah secara kuantitas dan kualitas masih dirasa kurang. Dana dukungan yang dijanjikan presiden bahkan sama sekali belum diserahkan ke para dokter sesuai amarah Presiden.

Amanat penderitaan para dokter sepenuhnya dapat dimengerti sebab para pahlawan kesehatan sudah siap mengorbankan jiwaraga sambil juga sudah mengorbankan nafkah akibat harus fokus merawat para pasien terjangkit virus Corona.

Memang di dalam amanat penderitaan para dokter yang bertempur di front terdepan melawan Cobid-19 terungkap bahwa beban derita para beliau berlapis-lapis mulai dari nafkah dari praktik musnah sambil tidak mendapat dana insentif yang dijanjikan Presiden, minimnya peralatan kesehatan sehingga setiap saat senantiasa potensial terpapar Corona yang ganas membinasakan manusia tanpa pandang latar belakang sosial, suku, etnis, gender, usia, agama, ekonomi, politik atau apa pun.

Dukungan

Memang ada yang menganggap amanat penderitaan para dokter itu lebay berdasar keyakinan bahwa tugas professional para dokter memang wajib mengorbankan jiwa raga untuk merawat pasien. Lazimnya yang bersikap sinis adalah yang tidak memiliki sanak keluarga dokter yang gugur dalam bertugas dalam pertempuran melawan Corona.

Namun selama mengharap belum dilarang secara konstitusional, besar harapan saya bahwa amanat penderitaan dokter sudi didengar oleh Menteri Kesehatan untuk dilaporkan ke Presiden agar bisa segera menginstruksikan Menteri Keuangan untuk segera menyalurkan dukungan dana yang dijanjikan ke segenap dinas kesehatan di setiap daerah Indonesia untuk diserahkan untuk melindungi jiwaraga para dokter yang sedang berjuang di gugus terdepan perang melawan Corona.

Kasihan para dokter dan perawat yang mempertaruhkan jiwaraga dalam perjuangan menyelamatkan jiwaraga para pasien Corona tidak memperoleh dukungan yang telah dijanjikan diberikan kepada para pahlawan kesehatan Indonesia tersebut.

Penulis pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya