Berita

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono/Net

Politik

Pembobolan Data Di Telkomsel Bukan Kasus Sembarangan, BIN Harus Screening Semua Direksi BUMN

SABTU, 11 JULI 2020 | 08:16 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Publik mungkin menduga, security sistem informasi dan data telekomunikasi akan sulit ditembus. Apalagi formatnya menggunakan metode berlapis, yang jelas tidak sembarangan orang yang memiliki akses untuk membobolnya.

Tapi kali ini, dugaan publik jauh dari eskpektasi. Data pribadi Denny Siregar di Telkomsel dibobol karyawan outsourcing GraPari Telkomsel di Surabaya berinisial FPH.

"Anda bisa bayangkan pekerja outsourcing atau kontrak saja bisa dengan mudah. Kalau data yang dibobol hanya punya Denny Siregar, bagaimana dengan data aktivis atau tokoh lain di republik ini. Bisa jadi, percakapan menteri sampai presiden bisa juga disadap," ujar Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, Sabtu (11/7).


Ditambahkan Arief Poyuono, dari keterangan dari Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tentu bisa diambil kesimpulan. Bahwa selain FPH yang telah ditangkap, dari kasus ini bisa memunculkan tersangka lain.

"Ini bukan kasus sembarangan lho. Bukan persoalan siapa tersangkanya. Tapi anda bayangkan saja, seseorang bisa mencomot kapan data penting di Telkomsel yang bisa saja untuk kepentingan politik dan tujuan tertentu. Maka saya kira kasus ini bisa menyeret tersangka lain," ucapnya.

Arief Poyuono mengapresiasi kerja Tim Siber Bareskrim, dalam mengungkap pembobolan data penguna Telkomsel.

Dipastikan, pembobo data yang merupakan pegawai outsourching merupakan perbuatan pribadi dan untuk kepentingan pribadi.

Menurut Arief Poyuono, belajar dari kasus ini manajemen Telkomsel harus melakukan screening kepada para pegawai yang punya akses dan bertanggung jawab atas semua data pelanggan. Ini penting agar pegawai tersebut benar-benar dipastikan tidak tercemar moral buruk dan demi menjaga kerahasiaan pelanggan.

Ditambahkannya, ini juga harus jadi pelajaran penting bagi Menteri BUMN, Erick Thohir untuk melakukan screening yang dilakukan olen Badan Intelejen Negara (BIN) terhadap para direksi BUMN yang ditempatkan.

"Karena bukan hanya sektor telekomunikasi yang merupakan sektor strategis, tapi banyak juga yang lain seperti sektor perbankan, energi, jasa pelabuhan dan lain-lain," demikian Arief Poyuono.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya