Berita

Persidangan resmi BPUPKI yang pertama pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945/Net

Publika

Mengkhianati Bung Karno

SENIN, 06 JULI 2020 | 09:59 WIB

BAHWA Bung Karno berpidato pada 1 Juni 1945 menawarkan rumusan ideologi negara apakah Pancasila, Trisila, atau Ekasila tak bisa dibantah sebagai fakta sejarah. Pidato "perasan" ini disampaikan di depan peserta sidang BPUPKI yang dipimpin dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Masalahnya adalah Ir. Soekarno sama sekali tidak menetapkan atau bersepakat pada Pancasila rumusan 1 Juni tersebut. Masih mengambang dan itu adalah sebatas tawaran pilihan. Usulan dan pidato-pidato berikut dari para peserta sidang tidak menyepakati tawaran Bung Karno tersebut.

Dalam rangka menggodok semua masukan peserta sidang maka dibentuk Panitia Sembilan yang diketuai Ir. Soekarno sendiri.


Panitia Sembilan sepakat rumusan Pancasila sebagaimana yang dikenal dengan Piagam Jakarta. Sila pertama adalah "Ketuhanan dengan kewadjiban mendjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknja". Bung Karno tentu menandatangani rumusan Pancasila 22 Juni 1945 tersebut.

Maka lahirlah Pancasila. Inilah Pancasila yang dilahirkan oleh BPUPKI. Oleh Ir. Soekarno.

Maka keliru jika menyatakan 1 Juni 1945 sebagai kelahiran Pancasila.

Belum ada kesepakatan apa-apa saat itu. Masih penggodogan, adu konsep atau adu tawar gagasan.

Soekarno sendiri masih ragu soal Pancasila sehingga merasa perlu menawarkan untuk dipertimbangkan alternatif Trisila dan Ekasila. Tawaran ini pun tidak mendapat sambutan apalagi persetujuan.

Soekarno telah men"drop" tawarannya dan tidak mencoba memperjuangkan pasca pidato. Tidak ada lobi-lobi "ngotot" untuk menggoalkan Trisila dan Ekasila.

Fakta terakhir yang disetujui oleh Soekarno adalah Pancasila dengan rumusan sebagaimana tercantum dalam "Piagam Jakarta". Soekarno tidak menyesal atas tidak diterima tawaran "peras-perasan" sila-sila pada Trisila dan Ekasila.

Rumusan "Piagam Jakarta" adalah keyakinan dan kebenaran ideologi yang diterima Ir. Soekarno. Ini adalah rumusan ideal ideologi. Sekurangnya untuk saat itu.

Kini, Soekarnois mencoba memasukan Pancasila (1 Juni 1945), Trisila, dan Ekasila dalam Pasal RUU HIP. Tidak disadari bahwa perjuangan ini adalah penghianatan pada diri Soekarno sendiri.

Presiden pertama itu sudah men"drop" gagasan itu. Bahkan secara formiel dan materiel, Soekarno sudah menerima dan sepakat pada rumusan Pancasila 22 Juni 1945. Kemudiannya menjadi Rumusan Pancasila 18 Agustus 1945.

Saat Dekrit 5 Juli 1959, Soekarno menyatakan bahwa Piagam Jakarta menjiwai UUD 1945 dan merupakan satu kesatuan dengan UUD tersebut. Tidak terlintas dalam pikiran Soekano bahwa Pancasila 1 Juni 1945 atau Trisila dan Ekasila itu menjadi jiwa dari UUD 1945.

Menghidupkan sesuatu yang sudah dikubur oleh Soekarno sendiri merupakan upaya yang bukan saja menghianati bangsa Indonesia, tetapi juga menghianati pribadi proklamator bangsa Indonesia yang bernama Ir. Soekarno.

Menghormati yang tidak disadari sebenarnya menghianati.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya