Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Bingungologi Terminologi Musikologi

MINGGU, 05 JULI 2020 | 20:35 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENURUT para ilmuwan sejarah musik Eropa, Franz Liszt menggubah hanya satu dan satu-satunya sonata untuk pianoforte, yaitu Sonata dalam B minor yang monumental serta dramatis.

Jerman dan Inggris

Maka ketika studi musik di Jerman, saya terperanjat sebab ternyata Franz Liszt juga mencipta sebuah sonata untuk pianoforte berjudul: Sonata in H moll. Maka saya mencoba memainkan mahakarya Franz Liszt yang belum saya kenal itu, langsung baca dari partitur berjudul Sonata in H moll.


Ternyata Sonata in H Moll persis plek dengan Sonata in B Minor mahakarya Franz Liszt. Hanya beda dalam sebutan H dengan B serta Moll dengan Minor, sebab H dalam bahasa Jerman adalah B dalam bahasa Inggris. Moll dalam bahasa Jerman adalah Minor dalam bahasa Inggris.

Maka ketika bermusik bersama musisi Inggris dan karya musik yang akan dimainkan ditulis dalam tangga nada B, maka agar aman terlebih dahulu saya perlu bertanya B Jerman atau B Inggris. Terus terang sampai sekarang saya juga masih bingung tentang Bes Inggris, ternyata sama saja dengan B Jerman sementara H Jerman identitik B Inggris meski kedua sebutan nada yang sama itu sama sekali tidak ada keterkaitan dengan busana penutup payudara yang disebut BH itu.

Prancis dan Italia

Andaikata saya studi di Paris, pasti saya juga terperanjat, sebab di sana ternyata ada mahakarya Franz Liszt berjudul Sonata en si menor sebab si= H Jerman dan B Inggris; menor dalam bahasa Prancis sama dengan minor dalam bahasa Inggris dan moll dalam bahasa Jerman.

Lebih baik saya tidak ke Roma agar tidak bingung, sebab di Italia istilah musik fleksibel. Kadang-kadang sama dengan Jerman, kerap kali Inggris dan tidak jarang Prancis. Namun bahasa Italia sangat berkuasa dalam el tempo musicale mulai dari Largo sampai Presto ditambah dengan suasana seperti con moto maestoso sampai con fuoco.

Beethoven pernah mencoba melepaskan diri dari penjajahan Italia pada beberapa mahakarya masa lanjut beliau, namun akhirnya kembali ikhlas dijajah Italia. Memang apa boleh buat bahasa Italia lebih romantis sebagai bahasa seni ketimbang bahasa Jerman yang rumit memusingkan otak. Maka nama alat musik Violin jauh lebih popular ketimbang Geige, Viola ketimbang Bratsche yang mirip Bratwurst, Piano ketimbang Klavier, Timpani ketimbang Pauke.

Sebutan Cello lebih popular ketimbang Violoncello, namun Cello sebenarnya keliru sebab bermakna imut atau mungil sementara ukurannya jauh lebih besar ketimbang Violin. Sebutan piano kurang lengkap sebab yang lengkap adalah pianoforte demi lengkap melukiskan alat musik gamitan yang bisa dimainkan secara piano alias lembut dan juga forte alias keras. Ada pula sebutan fortepiano.

Saya pribadi memilih sebutan pianoforte sebab sang pencipta alat musik itu, Bartolomeo Cristofori menyebutnya sebagai gravicembalo col piano e forte di mana piano didahulukan ketimbang forte.

Istilah

Kembali ke perbedaan sebutan berdasar bahasa sehingga kerap membingungkan, semisal nada F disebut Eis apabila berada di dalam rangkaian tangga nada Cis atau Fis Major. Sementara di Prancis, Eis menjadi mi apabila berperan sebagai nada ke tiga titinada Cis Major, namun berubah menjadi si apabila menjadi nada ke tujuh pada titinada Fis Major mau pun Minor.

Nada E bisa menjadi Fes atau Disis tergantung berada di tangga nada apa. Pada komposisi musik yang menggunakan teknik dodekafoni alias dua belas nada akibat lepas dari tonalitas, maka sebutan bagi setiap nada terserah kehendak dan selera sang komposer.

Sekembali dari Tanah Perantauan ke Tanah Air Udara tercinta untuk berguru filsafat Wayang Purwa dan gamelan Jawa kepada Ki Nartosabdho, saya harus membiasakan diri menelusuri semak belukar rimba belantara aneka ragam istilah muali titinada pancanada mau pun saptanada Jawa sampai slendro dan pelog serta barang, gulu, dhaha, lima, enem atau panunggul, gulu, dhaha, pelog, lima, enem, barang atau ji ro lu mo nem atau ji ro lu pat mo nem pi pada notasi Kepatihan.

Terminologi musik memang lebih membingungkan ketimbang terminologi matematika, sebab relatif tidak dibakukan secara global seperti bahasa angka, maka niscaya siap berubah sesuai bahasa apa yang digunakan.

Penulis adalah pembelajar memainkan musik dengan alat musik pianoforte

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya