Berita

Armuji memilih mundur dari bursa calon wakil walikota Surabaya dalam Pilkada 2020 mendatang/RMOLJatim

Politik

Mengaku Dijegal, Politikus PDIP Ini Mundur Dari Pencalonan Wakil Walikota Surabaya

MINGGU, 05 JULI 2020 | 02:32 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Keputusan mundur Armudji dari pencaloan Walikota Surabaya memunculkan isu penjegalan yang dilakukan terhadap dirinya.

Anggota DPRD Jatim ini menegaskan, pengunduran dirinya dari pencalonan Wakil Walikota Surabaya pada Pilkada 2020 mendatang adalah untuk memberikan kesempatan kepada kader lain di DPC PDIP Surabaya.

“Ada hal penting, memberikan kesempatan kepada beberapa pengurus DPC yang ingin maju tapi mereka tak mau daftar. Mereka punya syahwat (maju di pilkada),” kata Armuji, Sabtu (4/7), dilansir Kantor Berita RMOLJatim.


Namun demikian, menurut Armuji, ada faktor lain yang membuat dirinya memilih mundur. Beberapa pengurus DPC PDIP Surabaya, disebutkan Armuji, telah melakukan manuver untuk menjegalnya dengan berbagai cara saat melakukan kegiatan.

“Mereka yang selama ini menghalang-halangi saya untuk berkonsolidasi. Makanya dari itu lebih baik saya mundur dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk maju. Saya sebagai senior siap mundur dan memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki syahwat,” beber Armuji.

Sebelumnya, Armuji menyatakan diri mundur dari pencalonannya sebagai Wakil Wali Kota Surabaya pada Pilkada Surabaya yang akan digelar Desember 2020 mendatang.

“Bahwa pada siang ini, saya Armuji dari kader PDI Perjuangan sebagai anggota DPRD Jatim telah mengundurkan diri dari pencalonan saya sebagai calon wakil walikota Surabaya,” jelas Armuji saat jumpa pers di Cafe Omah Sae, Jalan Musi Surabaya, Sabtu (4/7).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya