Berita

Rocky Gerung/Net

Politik

Rocky Gerung Siap Jadi Menteri Jokowi Asal Diberi Kewenangan Bubarkan Kabinet

SABTU, 04 JULI 2020 | 18:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Bursa calon menteri mulai beredar, usai Presiden Joko Widodo menyampaikan niatnya akan merombak kabinet Indonesia Maju, saat setelah berpidato marah-marah di rapat kabinet, Kamis (18/6) lalu.

Dari sejumlah tokoh yang dimunculkan dalam beberapa hasil survei yang beredar muncul nama Rocky Gerung, yang dimungkinkan cocok menduduki kursi Menteri Hukum dan HAM, yang tengah dijabat Yasonna Hamonangan Laoly.

Mendengar hal ini, Rocky Gerung pun menanggapi dengan tidak percaya. Karena menurutnya, penentuan menteri mana yang akan dicopot dan atau dipilih oleh para penguasa oligarki.


"Semua nama itu (yang ada disurvei) nanti dicoret oleh oligarki. Mau masuk atau enggak masuk juga pada akhirnya yang menentukan adalah 5-6 orang yang ingin memastikan bahwa akumulasi kapital tidak berhenti kendati ada reshuffle," ujar Rocky dalam diskusi daring, Sabtu (4/7).

Namun saat ditanya oleh Moderator yang memandu acara diskusi, Fristian Griec, terkait apakah ia siap duduk sebagai menteri jika ditawari, Rocky pun menjawab "iya".

"Bisa. Saya mau," jawabnya singkat.

"Posisinya?" tanya balik Fristian.

Rokcy pun menjawab, "Ya di semua mereka dong," ungkapnya.

Mendengar jawaban Filsuf asal Universitas Indonesia yang sulit ditebak ini, kemudian Fristian kembali menanyakan perihal siapa mereka yang dimaksud Rocky.

"Di semua mereka siapa?" tanya Fristian mempertegas.

Dengan santainya Rocky menjawab, "Menkumham itu harus punya hak diskresi mengeluarkan undang-undang untuk pembubaran kabinet. Jadi sebagai Menkumham saya akan, keputusan pertama, adalah membubarkan kabinet," ungkapnya.

"Kok bubarin kabinet, jadi Presiden kalau begitu dong?" timpal Fristian.

"Ngerti saya. Tapi di dalam negosisasi tuker tambah saya akan bilang, kasih saya kewenangan sebagai menteri hukum dan hak asasi manusia, atas nama hak asasi manusia, saya buat Perppu pembubaran kabinet. Kan mestinya begitu kalau mau extraordinary," jelas Rocky Gerung.

"Kalau linear-linear saja itu ya kita simpan saja buat penelitian public oponion," demikian Rocky menutup jawaban Fristian.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya