Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Ahok Diisukan Masuk Kabinet, Edy Mulyadi: Masyarakat Makin Tahu Siapa Sesungguhnya Rezim Ini

JUMAT, 03 JULI 2020 | 19:46 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Daftar susunan kabinet Joko Widodo hasil jika ada perombakan beredar di media sosial. Dalam pesan berantai itu terdapat nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang disebut bakal masuk sebagai Menteri.

Sekjen GNPF-Ulama Edy Mulyadi berpendapat, jika memang benar nantinya Ahok bakal ditarik ke dalam Kabinet Jokowi, hal itu mempertegas bahwa siapa sesungguhnya rezim Joko Widodo ini.

“Jadi rakyat makin tahu siapa sesungguhnya rezim ini semuanya,” kata Edy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/7).


Ahok dimata GNPF dan ormas lainya dianggap sosok yang kontroversial dan dinilai sebagai musuh Islam. Pasalnya, aksi-aksi besar muncul pasca Ahok dituding menistakan agama Islam.

Aksi unjuk rasa yang meminta kasus penistaan agama Ahok itu bermula dari Aksi Bela Islam, Aksi 411, hingga Aksi 212. Aksi 212 merujuk pada 2 Desember 2016, saat aksi tentang Ahok yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta digelar di Monas, Jakarta Pusat.

Dalam perjalanan kasusnya, Ahok ditetapkan bersalah dan menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan 15 hari di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ahok bebas pada Kamis 24 Januari 2019.

Sebelumnya beredar nama-nama menteri hasil kocok ulang, dengan diawali kalimat Believe it, or Not, di dalamnya terselip 14 posisi menteri yang diisi pejabat baru.

Di urutan pertama, nama Jenderal (Purn) Budi Gunawan disebutkan akan duduk sebagai Menko Polhukam menggantikan Mahfud MD yang di dalam daftar itu pindah ke posisi Menkum HAM.

Lalu pada posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ada nama Prof. Dr. KH Haedar Nasir, menggantikan Nadiem Makarim.  

Posisi Menteri Kesehatan juga diisi pejabat baru, Prof. Dr. Daeng Muhammad Faqih, yang menggusur nama Mayjen dr. Terawan. Selanjutnya pada posisi Menteri Sosial dituliskan nama Soetrisno Bachir.

Adapun di posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ada nama Ir. Johan O Silalahi yang sudah berada di sekitar Jokowi sejak periode pertama.

Posisi Menteri Perhubungan, percaya atau tidak, diisi oleh Marsekal Hadi Tjahyanto yang kini adalah Panglima TNI. Posisi Menteri Pertanian diisi Rachmat Gobel yang kini Wakil Ketua DPR RI.

Diikuti nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang ditulis pada posisi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Nama Ahok pun muncul. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang pernah mendekam di penjara karena kasus penistaan agama itu disebutkan mengganti Erick Thohir pada posisi Menteri BUMN.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebutkan duduk di kursi Menteri Koperasi dan UKM.

Pada posisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ada nama Triawan Munaf. Dua posisi terakhir juga cukup menarik. Nama Letjen TNI Doni Monardo yang kini adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disebutkan duduk di kursi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Budi Gunawan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya