Berita

Infrastruktur jalan tol/Net

Politik

Baranusa: Infrastruktur Pemerintah Hanya Bikin Negara Semakin Bangkrut

JUMAT, 03 JULI 2020 | 13:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Masa kerja Presiden Joko Widodo yang hingga hari ini telah mencapai 6 tahun tengah disoroti sejumlah elemen masyarakat.

Kritik disampaikan adalah terkait program pembangunan infrastruktur, yang mulai periode pertama hingga periode kedua kali ini menjadi yang diutamakan.

Salah satu pihak yang menyoroti terkait program Jokowi ini ialah Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), yang dimotori oleh Adi Kurniawan.


Dalam sebuah siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Adi Kurniawan bersama barisannya menilai program infrastruktur Jokowi tak memberikan efek yang nyata bagi masyarakat.

"Infrastruktur yang digalakkan Pemerintahan Jokowi selama ini juga dianggap belum mampu memberikan efek positif bagi perekonomian negara dan rakyat Indonesia," ungkapnya Jumat (3/7).

Menurut Adi, pembangunan infastruktur justru membuat negara semakin bangkrut karena beban utang yang semakin lama semakin bertambah.

"Infrastruktur tersebut hanya mampu mencetak utang yang numpuk hingga mencapai ribuan triliun rupiah, tanpa memberikan pemasukan bagi keuangan negara secara signifikan," tuturnya.

"Infrastruktur juga dinilai tidak sejalan sesuai fungsinya. Seperti tol, pelabuhan dan bandara, yang seharusnya menjadi pendukung bagi jalannya roda perdagangan dalam negeri. Namun yang terjadi malah hanya menjadi roda perdagangan asing," pungkas Adi Kurniawan.

Mengutip laporan Bank Indonesia (BI), posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal I 2020 sudah mencapai 389,3 miliar dolar Amerika Serikat, atau setara Rp 5.796 triliun. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya