Berita

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Faozan Amar/Net

Politik

Ketua Bamusi: Tudingan Amir Hamzah Pada PDIP Tendensius Dan Tidak Berbasis Data

JUMAT, 03 JULI 2020 | 07:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan dari pengamat kebijakan publik Amir Hamzah yang menyebut PDI Perjuangan menjaminkan kursi Golkar tidak akan direshuffle selama memberi dukungan pada RUU HIP dinilai sebagai tudingan yang tendensius dan tidak didukung data.

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Faozan Amar menilai pernyataan Amir Hamzah yang menyebut politikus PDI Perjuangan Ahmad Basarah menjadi tim lobi di kalangan umat Islam dan partai-partai berbasis Islam agar RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dapat disahkan adalah pernyataan spekulasi.

Selain itu, lanjut dia, pernyataan Amir Hamzah yang menyebut lobi PDI Perjuangan dengan Golkar untuk meloloskan RUU PIP dengan garansi kursi kader partai berlambang pohon beringin di kabinet Jokowi-Maruf Amin tak diutak-atik jika presiden melakukan reshuffle menteri adalah tidak benar dan menyesatkan.


Baca: Amir Hamzah: PDIP Lobi Golkar Loloskan RUU PIP Dengan Garansi Kursi Menteri Aman

"Pendapat tersebut spekulasi yang tidak didukung fakta tentu ini memprihatinkan,” kata politisi PDIP ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/7).

Terpisah, pengamat politik Karyono Wibowo menilai pernyataan Amir Hamzah lemah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan karena sumber yang dipakai sebatas informasi tanpa menyebutkan sumber informasi tersebut.

"Seharusnya, Amir melakukan tabayun terlebih dahulu untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi yang dia terima sebelum menyampaikan ke media agar tidak menimbulkan fitnah karena pernyataan Amir Hamzah menyebut nama seseorang,” ujar Karyono.

Menurutnya, jika informasi yang disampaikan tidak benar, dampaknya bisa menyesatkan publik dan merugikan orang lain. Dengan demikian, perbuatan tersebut dapat menimbulkan dampak hukum.

“Seperti media, narasumber harus memiliki tanggung jawab dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya