Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Soroti Kucuran Dana Corona Untuk BUMN, P2N-PBNU Minta Erick Pastikan Tidak Ada Aji Mumpung

RABU, 01 JULI 2020 | 14:24 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir diminta maksimal memanfaatkan dana pemulihan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akibat pandemik virus corona baru (Covid-19).

Kementerian Keuangan telah mengalokasikan dana pemulihan ekonomi nasional ratusan triliun, salah satunya untuk BUMN yang nilai totalnya mencapai Rp 149,3 triliun. Dana fantastis itu diperuntukkan untuk subsidi, kompensasi, penyertaan modal negara, bantuan sosial dan dana talangan modal kerja.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengusaha dan Profesional (P2N-PBNU), Choirul Saleh Rasyid menyoroti besarnya dana yang dikucurkan oleh Kemenkeu untuk BUMN. Saat ini kata Choirul, Ombudsman RI baru saja merilis informasi adanya ratusan rangkap jabatan komisaris.


"Menteri Erick harus mengelola dana ratusan triliun untuk memulihkan BUMN secara transparan, akuntabel. Pandemik Corona jangan lantas jadi ruang aji mumpung untuk mendapatkan gelontoran dana yang justru menimbulkan pertanyaan publik," demikian kata CSR -sapaan akrabnya- kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/7).
 
Mantan Anggota Komisi VI periode 2004-2009 ini menjelaskan, keterbukaan pola pengelolan dana menjadi penting disaat masyarakat tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat bencana non alam virus asal kota Wuhan, Provinsi Hubei, China ini.

"BUMN itu lembaga negara yang berorientasi bisnis, sebelum ada Corona setiap tahun sebagian besar BUMN kita masih bergantung pada anggaran negara. Erick harus bisa membenahi BUMN agar benar-benar menghasilkan keuntungan bagi negara," demikian kata CSR.

Kata CSR, baru-baru ini juga mencuat di publik ada seorang warga negara asing (WNA) asal Australia yang diduga tengah ditunjuk Erick menjadi Direksi salah satu perusahaan pelat merah.

CSR pun berpandangan, sebagai pembantu Presiden Joko Widodo, Erick harus menempatkan orang profesional untuk menjalankan kerja bisnis di seluruh perusahaan milik negara.

"BUMN harus dikelola oleh orang profesinal, ahli di bidang tertentu sesuai dengan perusahaannya. Kalau yang ditempatkan hanya orang yang "dekat" dengan lingkaran kekuasaan ini akan berbahaya bagi keberlangsungan BUMN.  Jangankan kucuran Dana Corona, perusahaan BUMN akan susah berkembang," demikian kata CSR.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya