Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Net

Politik

Punya Visi Dan Percaya Sains Jadi Kunci Pemimpin Dunia Tanggulangi Corona

RABU, 01 JULI 2020 | 10:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pandemik virus corona baru (Covid-19) yang sudah berlangsung sekitar 6 bulan sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, China menjadi ujian besar semua pemimpin negara di dunia. Virus yang sudah menginfeksi lebih dari 10 juta orang di 200-an negara ini tidak hanya melahirkan krisis kesehatan tetapi juga ancaman resesi ekonomi global.

Hingga saat ini semua pemimpin di dunia sedang berjibaku menanggulangi penyebaran corona di negaranya masing-masing. Beberapa diantaranya dinilai berhasil menghentikan rantai penularan virus dan mulai menata kembali kehidupannya terutama ekonomi.

Anggota DPD RI, Fahira Idris mengungkapkan, kemampuan seorang pemimpin sesungguhnya diuji saat negara tersebut berada dalam situasi tidak normal atau krisis seperti yang terjadi saat ini. Sejak awal penyebaran hingga saat ini, tidak ada satupun negara, bahkan negara maju sekalipun, yang siap menghadapi serangan virus ini.


Namun, memang harus diakui negara-negara yang sejak lama mempunyai sistem kesehatan publik yang mantap dan tata kelola pemerintahan yang baik lebih cepat pulih dari hantaman virus ini.

"Semua negara kalang kabut menghadapi pandemi ini. Tidak ada yang siap. Semua negara rentan. Namun kalau kita lihat negara-negara yang saat ini berhasil menanggulangi corona adalah negara yang memang punya sistem kesehatan publik yang mantap dan tata kelola pemerintahan yang baik yang semuanya itu dikelola oleh seorang pemimpin yang mempunyai visi jelas," ujar Fahira Idris, Rabu (1/7).

Menurutnya, strategi penanggulangan corona di berbagai negara pasti berbeda-beda karena disesuaikan dengan kondisi negara tersebut. Di berbagai negara yang sebelumnya mengambil opsi karantina wilayah (lockdown) disertai manajemen dan tata kelola yang baik terutama kesiapan jaringan sosial, kini sudah mulai menata dan menggeliatkan kembali ekonominya karena sudah mampu mengendalikan transmisi virus bahkan sudah nol kasus positif misalnya Vietnam dan Selandia Baru.

Selain itu terdapat juga negara yang tidak memilih opsi karantina wilayah tetapi juga secara efektif mampu mengendalikan virus misalnya Taiwan dan Korea Selatan. Kunci keberhasilan negara yang tidak memilih karantina wilayah ini selain kesiapan sistem kesehatan adalah kebijakan tes massal, pelacakan, peningkatan komunikasi publik dan penggunaan teknologi, serta tentu kedisiplinan masyarakatnya.

Namun, sayangnya hingga saat ini, lanjut Fahira Idris, terdapat banyak negara di dunia yang masih harus mengeluarkan energi besar untuk menanggulangi corona. Negara-negara ini tidak hanya harus berjibaku menahan gelombang ekonomi yang terjun bebas tetapi juga berjibaku menahan laju penambahan kasus yang hingga saat ini belum sama sekali melandai.

"Walau berbeda pendekatan dan strategi, tetapi ada kesamaan dari negara-negara yang dinilai berhasil menanggulangi corona yaitu, pemimpinnya punya visi jelas dan pemerintahannya menjadikan sains dan data sebagai dasar kebijakan atau strategi mengendalikan virus. Jadi kombinasi visi yang jelas, percaya sains dan data menjadi kunci mengendalikan virus ini," pungkas Senator dari DKI Jakarta ini.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya