Berita

Bupati non aktif Sidoarjo, Saiful Ilah saat jalani persidangan/RMOLJatim

Nusantara

Saiful Ilah Tolak Saksi Yang Diajukan Jaksa KPK, Hakim Tunda Sidang Suap Bupati Non Aktif Sidoarjo

SENIN, 29 JUNI 2020 | 16:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pengadilan Tipikor Surabaya batal menyidangkan Bupati Sidoarjo nonaktif, Saiful Ilah lantaran adanya protes dari tim penasehat hukum yang menolak klienya diperiksa secara bersamaan dengan para terdakwa lainnya.

Beberapa terdakwa itu diantaranya, Kadis PU BMSDA Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto dan Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji.

“Kami menolak jika pemeriksaan saksi bersama dengan terdakwa lainnya,” kata Samsul Huda, ketua tim penasihat hukum Saiful Ilah seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim pada majelis hakim sebelum sidang dimulai di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (29/6).


Samsul Huda meminta agar pemeriksa saksi-saksi tidak dibarengkan dengan para terdakwa lainnya. Alasannya sebelumnya Samsul keberatan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK).

“Kami mohon untuk pemeriksaan saksi dipisahkan,” ujar Samsul Huda.

Sementara itu, JPU KPK Arief Suhermanto berdalih jika pihaknya menyidangkan bersama karena saksi memberikan keterangan yang sama.

“Efektifitas dan efisien maka kami periksa bersama-sama,” jelas JPU Arif dalam persidangan

Atas permintaan tim penasihat hukum Saiful Ilah, Ketua majelis hakim Cokorda Gede Arthana menunda persidangan selama dua hari. Para saksi akan didengarkan keteranganya pada Hari Rabu (1/7).

“Sidang ditunda Rabu besok,” ujar Hakim Cokorda.

Ditemui setelah penundaan sidang, Samsul Huda mengatakan secara formal pihaknya mengajukan keberatan dengan dakwaan jaksa.

“Ini mencari kebenaran, karena nanti masing-masing terdakwa akan saling menjadi saksi. Atau biasa disebut saksi mahkota atau saksi berompi,” jelasnya.

Lanjutnya, dibilang efektifitas oleh jaksa itu tidak benar. “Ini nasib seseorang dan nama baik, kalau sidang perdata atau PTUN tidak apa-apa,” pungkas Samsul Huda.

Diketahui, perkara suap ini berlanjut ke pembuktian setelah majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan tim penasehat hukum terdakwa Saiful Ilah pada Senin (15/6). Sedangkan untuk ketiga terdakwa lainnya tidak melakukan eksepsi.

Dalam surat dakwaan jaksa KPK dijelaskan, Saiful Ilah dan ketiga anak buahnya didakwa menerima suap dari dua pengusaha kontraktor, Ibnu Gofur dan Totok Sumedi.

Saiful Ilah disebut menerima Rp 550 juta, Sunarti menerima Rp 227 juta, Judi Tetra menerima Rp 350 juta, dan Sangadji menerima Rp 330 juta.

Pemberian suap itu sudah diakui oleh dua kontraktor tersebut. Mereka telah terlebih dulu menjalani sidang. Masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Keempatnya didakwa dengan dakwaan yang sama yakni melanggar Pasal pasal 12 huruf b UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya