Berita

Presiden Jokowi saat mengingatkan kabinetnya Kamis (18/6)/Repro

Politik

Sebelum Rombak Kabinetnya, Presiden Jokowi Perlu Pertimbangkan Dua Indikator

SENIN, 29 JUNI 2020 | 14:03 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Saat sidang kabinet paripurna (18/6) Presiden Joko Widodo nampak jengkel terhadap para pembantunya. Dalam video yang baru diunggah 10 hari usai sidang paripurna kabinet itu, Jokowi sempat mengutarakan pesan bahwa tidak segan untuk merombak kabinetnya.

Jokowi mengaku berang karena para menterinya tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. Jokowi mengatakan bahwa kinerja para menteri biasa-biasa saja. Ia bahkan secara terbuka menyinggung sektor kesehatan, ekonomi dan soal distribusi bansos.

Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an menyatakan dukungan terhadap opsi reshuffle kabinet Indonesia Maju. Kata Ali, pikiran Jokowi untuk merombak kabinetnya sudah sesuai dengan aspirasi publik.


Ali kemudian mengulas hasil survei lembaganya yang dilakukan pada pertangahan Juni lalu, hasilnya 75,6 persen masyarakat  setuju Presiden merombak kabinet Indonesia maju. 

"Di sisi lain, hampir semua menteri mendapatkan tingkat kepuasan di bawah standar, semua masih di bawah 50 persen tingkat kepuasan kinerja para menteri. Karena itu, wajar saja jika Presiden Jokowi menyesali menterinya tidak memiliki sense of crisis," demikian kata Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (29/6).

Meski demikian, Eks Manajer Riset Poltracking menekankan, sebelum Jokowi merombak kabinet hendaknya mempertimbangkan dua indikator.

Pertama, indeks performa kinerja menteri dan yang kedua harus didasarkan pada kebutuhan perbaikan pemerintahan.

Menurut Ali, indeks performa kinerja menteri dapat ditinjau dari dua aspek baik internal dan juga eksternal.

Aspek internal yang dimaksud Ali, adalah seorang presiden pasti punya mekanisme sendiri dalam mengevaluasi kinerja para pembantunya. Sementara aspek eksternal, yaitu opini atau penilai publik terhadapat para menteri.

"Misalnya penilaian kepuasan kinerja menteri lewat survei atau jajak pendapat. Reshuffle kabinet harus didasarkan pada kebutuhan perbaikan pemerintahan, bukan sekadar ingin mengakomodasi kepentingan politik tertentu," demikian kata Magister Politik Universitas Indonesia ini.

Ali menilai, menjelang satu tahun pemerintahannya, adalah momentum tepat bagi Jokowi melakukan perombakan kabinet. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan sekaligus, Jokowi tidak perlu ragu memfungsikan hak prerogratifnya.

"Presiden Jokowi bisa melakukan kroscek terhadap target-target kinerja menteri yang sudah tercapai atau yang belum tercapai. Dari sini Presiden tentu punya matrik soal siapa menteri paling bagus kinerjanya, sedang, atau paling buruk," pungkas Ali Rif'an.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Dunia Film Berduka, Bintang Jurassic Park Sam Neill Meninggal Dunia

Senin, 13 Juli 2026 | 16:19

Kapolri dan Jajaran Sowan ke Cilangkap Perkuat Silaturahmi dengan Panglima TNI

Senin, 13 Juli 2026 | 16:16

Bincang Ringan di Cilangkap

Senin, 13 Juli 2026 | 16:10

Demokrat Minta Kasus Mantan Jampidsus Febrie Diserahkan ke KPK

Senin, 13 Juli 2026 | 16:06

DPR Buka Peluang Panggil Mahfud MD Bahas Dugaan Cacat Prosedur Kasus Febrie

Senin, 13 Juli 2026 | 16:02

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Kebakaran Maut di Bangkok

Senin, 13 Juli 2026 | 15:59

Rasio Defisit APBN 2026 Paling Tinggi Imbas Lonjakan Belanja Negara

Senin, 13 Juli 2026 | 15:53

Prabowo Diminta Ambil Langkah Strategis Atasi Ketegangan Polri-Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:44

Polri Didesak Berantas Buzzer Penyebar Disinformasi soal Pengamanan Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:30

Rakernas GPA Tegaskan Dukungan Penuh ke Prabowo dan Polri

Senin, 13 Juli 2026 | 15:16

Selengkapnya