Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Menghayati Fitrah

SENIN, 29 JUNI 2020 | 07:20 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

HARI Raya Idul Fitri sudah berlalu. Pada masa pageblug Corona, Idul Fitri istimewa sebab beda dari yang pernah saya alami selama lebih dari tujuhpuluh tahun hidup di dunia fana ini. Berkat pageblug Corona, saya merasa mulai mengerti inti makna utama Hari Raya Idul Fitri yaitu mengajak umat manusia kembali ke fitrah.

Fitrah

Hari Raya Idul Fitri pada masa virus Corona menyadarkan bahwa pada hakikatnya diri saya sekedar sesosok mahluk hidup yang sama sekali tidak berdaya apa pun. Berkat virus Corona, saya tersadarkan bahwa saya bukan hanya debu namun bahkan debunya debu yang sama sekali tidak bermakna bagi planet bumi apalagi alam semesta yang sedemikian luas seolah tanpa batas.


Apabila meninggalkan dunia fana ini sebenarnya saya sama sekali tidak berpengaruh terhadap pasang suratnya air laut apalagi gerak para planet mengitari matahari. Sementara matahari tetap terbit di ufuk timur serta tetap terbenam di barat serta tetap lestari berulang perpetuum mobile sampai akhir zaman. Pendek kata saya sedemikian tidak berarti sehingga sama sekali tidak bermakna sedikit pun bagi alam semesta.

Negara


Virus Corona juga menyadarkan saya tentang makna apa yang disebut sebagai negara, bangsa dan rakyat. Negara adalah sebuah lembaga buatan manusia demi mewadahi apa yang disebut sebagai bangsa. Memang apa yang disebut sebagai bangsa mustahil eksis apabila tidak ada sekelompok manusia yang disebut sebagai rakyat.

Dipandang secara kronologis pada urutan kehadirannya maka sebenarnya layak dikatakan bahwa negara mustahil hadir sebelum ada bangsa sementara bangsa mustahil hadir sebelum ada rakyat. Maka  sebenarnya layak dikatakan bahwa posisi rakyat lebih utama ketimbang bangsa apalagi negara.

Namun sayang pada kenyataannya justru terbalik sebab terkesan negara malah lebih diutamakan ketimbang bangsa apalagi rakyat. Bahkan mereka yang dipilih oleh rakyat untuk mengelola negara disebut sebagai pemerintah yang merasa berhak memerintah-merintah bangsa apalagi rakyat.

Di dalam struktur organisasi kepemerintahan yang disebut sebagai kabinet, rakyat justru dianggap tidak penting sebab terbukti tidak ada Menteri Urusan Rakyat.

Rakyat


Sebagai hiburan bagi rakyat, pada masa pemilihan umun rakyat diberi hak dan wewenang memilih para wakilnya untuk duduk di tahta Dewan Perwakilan Rakyat. Pada masa pemilihan presiden, rakyat diberi kesempatan memilih presiden sekaligus dengan wakil presidennya.

Namun setelah pemilu usai, Dewan Perwakilan Rakyat berubah menjadi Dewan Perwakilan Parpol serta sang presiden terpilih lazimnya rawan terpapar virus Amnesia-007 maka lupa segenap janji pada masa pilpres.

Memang tampaknya fitrah rakyat adalah wajib tulus ikhlas diingkari oleh para penguasa yang dipilih oleh rakyat. Mengharukan, betapa ikhlas rakyat merelakan diri diingkari  oleh mereka yang dipilih oleh rakyat sendiri untuk duduk di singgasana kekuasaan.

Dan pageblug Corona menyadarkan saya bahwa pada hakikatnya fitrah rakyat di samping mengharukan sebenarnya juga memalukan saya.  Terbukti saya sama sekali tidak berdaya menolong apalagi melindungi rakyat dari pengingkaran  terhadap mereka.

Saya hanya berdaya menulis naskah sederhana ini yang sebenarnya juga tidak bermakna maka mubazir seperti gonggongan anjing di padang pasir sementara khafilah tetap berlalu.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya