Berita

Tim kesehatan India/Net

Dunia

Menjadi Nomor Empat Dunia, India Catat Angka Lebih Setengah Juta Kasus Covid-19

SABTU, 27 JUNI 2020 | 17:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus Covid-19 di India semakin mengkhawatirkan. Angka kematian baru bertambah lebih dari 300 jiwa dalam sehari yang terjadi pada Jumat (26/6), sehingga total angka kematian karena Covid-19 di India secara global mencapai 15,712 per Sabtu (27/6), menurut data Worldometers.

Sementara angka kasus baru positif Covid-19 bertambah lebih dari 18.000 sehari yang terjadi pada Jumat (26/6) sehingga total angka kasus positif Covud-19 d negara itu menjadi 510,672 per Sabtu.

Data itu menjadikan India menempati urutan keempat dunia sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak.


Para pakar kesehatan mengatakan infeksi diperkirakan akan terus meningkat di India dan menasihati pemerintah federal untuk memprioritaskan pengurangan angka kematian akibat Covid-19.

Direktur Institut Epidemiologi Nasional, Dr Manoj Murhekar, mengingatkan agar ada pencegahan segera sebelum kasus semakin meluas dan memakan korban yang semakin banyak.

“Fokus kami harus pada pencegahan kematian dan tidak benar-benar macet karena jumlahnya. Jumlahnya akan meningkat,” kata Murhekar, dikutip dari Reuters.

Kelompok studi COV-IND-19, yang dipimpin oleh Bhramar Mukherjee, seorang profesor biostatistik dari University of Michigan, meramalkan bahwa India dapat mencapai 770.000 hingga 925.000 kasus pada 15 Juli.

Virus ini terutama menyerang kota-kota berpenduduk padat di India dan sekarang ada kekhawatiran besar bagi New Delhi yang telah melampaui Mumbai dengan hampir 80.000 kasus.

Beberapa rumah sakit di kota seperti New Delhi memperluas pelayanan dengan membangun fasilitas sementara yang menempatkan ribuan ranjang tidur untuk karantina dan merawat pasien.

Kekurangan staf juga menjadi perhatian. Saat ini staf yang ada nyaris menyerah karena terlalu banyak pasien yang harus dirawat juga korban meninggal yang memenuhi kamar jenazah.  

Akibatnya, rumah sakit mengimbau hanya orang-orang yang sangat membutuhkan saja yaitu yang dalam kondisi darurat yang akan dilayani. Bagi mereka yang masih bisa melakukan karantina mandiri sebaiknya agar mengisolasi diri di rumah.

"Kita harus memastikan mereka yang benar-benar membutuhkan perawatan tidak ditolak layanannya," kata Dr Giridhar R. Babu, seorang ahli epidemiologi di Yayasan Kesehatan Masyarakat India.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya