Berita

Ketum Demokrat AHY saat sowan ke Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siroj/Ist

Politik

Safari Politik AHY Untungkan Calon Kepala Daerah Partai Demokrat

SABTU, 27 JUNI 2020 | 16:32 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dalam satu hari, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono Kamis kemarin (25/6) melakukan safari politik ke dua tempat, kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Partai Golkar.  

AHY nampak disambut hangat oleh dua institusi yang memiliki basis sosial dan politik yang begitu luas itu, PBNU sebagai organisasi masyarakat Islam terbesar  dan Golkar sebagai partai politik kursi kedua di Senayan.

Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an melihat aksi safari putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memiliki dua makna politik.


Pertama, saat ini AHY tengah melakukan konsolidasi politik untuk memenangkan perhelatan Pilkada yang akan berlangsung akhir Desember 2020.

Yang kedua, AHY sedang mengecek ombak politik untuk membangun koalisi politik menuju Pemilihan Presiden 2024.

"Safari politik AHY miliki dua fungsi, bisa disebut bagian dari konsolidasi Pilkada tapi juga testing the water Pilpres 2024," demikan pendapat Ali Rif'an saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (27/6).

Menurut eks Manajer Riset Poltracking Indonesia ini, apa yang dilakukan AHY akan berdampak positif bagi selruuh calon kepala daerah yang berkontestasi merebut kursi kepemimpinan daerah.

Ali kemudian menilai slogan "Bersama AHY menangkan Pilkada" yang disuarakan Partai Demokrat akan dapat menjadi sarana kampanye politik yang efektif untuk merebut kursi kepemimpinan daerah.

"AHY kalau terus melakuan publikasi, mengisi ruang publik akan menguntungkan kandidat daerah. Pasti nanti calon kepala daerah akan memasang foto AHY, imbasnya nama calon kada terangkat dan nama AHY juga semakin membumi, ini bagian dari marketing politik," demikian analisa Magister Politik Universitas Indonesia ini.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya