Berita

Politisi Partai Demokrat, Taufik Hidayat/Net

Politik

Politisi Demokrat: Menteri Sok Hebat Tidak Bisa Seenaknya Nyalahin Gubernur Indonesia

SABTU, 27 JUNI 2020 | 09:37 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pemerintah sudah membuat kebijakan Permendikbud 44/2019 yang berisi tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Semua pihak termasuk elit penguasa harus patuh terhadap aturan itu.

Namun, politisi Partai Demokrat, Taufik Hidayat mengatakan, ada seorang menteri yang mencoba "menerobos" aturan itu.

"Pak menteri yang sok ganteng dan sok hebat itu harus tanggung jawab kepada rakyat Indonesia karena anaknya tak bisa diterima di sekolah negeri karena usianya lebih muda dari yang lain," tulis dia di akun Twitter @Toperendusara1, Sabtu (27/6).


"Punya presiden dagelan, sodorin menteri yang pintar lah jangan yang tolol. Jadinya negeri dagelan tolol," lanjut Taufik Rendusara.

Adapun kepala daerah, tidak bisa melenceng dari Permendikbud tersebut, harus menjalankan aturan yang sudah dibuat.

"Gubernur se-Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa atas persoalan usia siswa atas penerimaan peserta didik baru karena terhalang oleh Permendikbud 44/201. Menteri sok ganteng dan sok hebat itu yang harus ambil kebijakan," ujar Taufik Rendusara.

Persoalan usia siswa baru tertuang di dalam BAB II Tata Cara PPDB pada pasal 4 sampai 7. Disebutkan, Pemda termasuk kepala sekolah hanya diberikan kewenangan soal teknis penerimaan siswa.

"Kalau gak tahu tuh cari tahu dulu, jangan langsung nyalahin gubernur. Apalagi nyalahin gub gue. Sok ganteng boleh tapi jangan sok tahu," ucap Taufik Rendusara dengan menetakan tagar #MendikbudDicariOrangTua.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya