Berita

Ilustrasi Pancasila/Net

Nusantara

Ancam Keutuhan NKRI, Aktivis Mahasiswa Tuntut DPR Cabut RUU HIP

JUMAT, 26 JUNI 2020 | 04:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sejumlah aktivis mahasiswa di Kabupaten Majalengka meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mencabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKa) Cirebon Iik Iqbal Mutaqin menilai, pembahasan RUU HIP adalah sumber keretakan Persatuan dan kesatuan Bangsa.

“Saya atas nama Mahasiswa Majalengka dengan tegas menolak RUU HIP. Kami menyalurkan aspirasi ke Pemerintah Kabupaten Majalengka dan DPRD setempat agar melayangkan surat penolakan penundaan dan membuat juga surat pencabutan RUU HIP ke DPR RI,” ujar Iik Iqbal Mutaqin, Kamis (25/6) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.


Menurut Iik, alasan penghentian pembahasan, karena RUU HIP dinilai dapat membahayakan ideologi negara, yakni Pancasila. Selain itu, kemunculan RUU HIP terindikasi mengancam keutuhaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami tidak setuju dengan istilah menunda seperti disampaikan para wakil rakyat di senayan, tapi harus dicabut, itu lebih baik, karena RUU HIP ini jelas membahayakan Pancasila,” jelasnya.

Ditegaskan Iik, sejak diterapkan Pancasila di negeri ini telah terbukti mempersatukan suku, bahasa, adat, agama, ras dan lain sebagainya di tanah air.

Ia mengaku aneh, saat ini tiba-tiba dirumuskan dan diganti menjadi Trisila, kemudian Ekasila (gotong-royong).

“Kalau gotong-royong itu konsep mana, jadi intinya tak jelas konsepnya. Padahal kesepakatan para pendiri bangsa ini bahwa negara kita berideologi Pancasila sebagai falsafah negara, sebagaimana batang tubuh dalam UUD 1945,” tegasnya.

Suara senada diungkapkan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majalengka Eka Prisaptio.

Menurut mahasiswa Universitas Majalengka ini, pembahasan RUU HIP tidak perlu dilanjutkan, karena secara logika hukum, keberadaannya aneh.

“RUU HIP mengatur persoalan Pancasila, padahal Pancasila adalah sumber hukum itu sendiri. Seharusnya itu seluruh Undang-Undang yang ada di negeri ini dijiwai oleh Pancasila. Jika mengatur Pancasila dalam Undang-Undang, sama halnya dengan merusak Pancasila,” ungkapnya.

Dia menegaskan, RUU HIP itu bermasalah secara substansi dan urgensi. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah pusat dan DPR RI tak perlu melanjutkan pembahasan RUU tersebut dan segera mencabutnya.

Selain itu, eksekutif dan legislatif tak perlu lagi mengajukan RUU serupa. Pasalnya, hal itu hanya akan menimbulkan kegaduhan dan penolakan.

“Keputusan DPR perlu ditetapkan untuk memastikan dan memberikan kepercayaan rakyat, bahwa RUU HIP benar-benar dihentikan pembahasannya atau dicabut, jangan alasan menunda-nunda,” jelasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya