Berita

Wapres RI, KH Maruf Amin/Net

Politik

Tangani Corona, Jokowi Harus Perankan Maruf Amin Untuk Tenangkan Umat

KAMIS, 25 JUNI 2020 | 13:04 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo diminta memberikan ruang yang lebih luas kepada Wakil Presiden yang juga Ketua MUI, Maruf Amin dalam menanganai pandemi virus corona baru (Covid-19).

Pengamat politik yang Direktur Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir berpendapat, di  tengah pandemik Covid-19 yang eskalasinya masih tinggi, Maruf Amin harus diberi ruang untuk tampil menenangkan publik.

Wempy Hadir menilai ada 3 sosok penting dalam diri Maruf Amin, yakni sebagai Wakil Presiden, Ketua MUI dan ulama besar.


Dengan memiliki tiga sosok kuat itu, Wempy meyakini akan berpengaruh saat mengimbau umat agar bersama-sama menanggulangi virus asal kota Wuhan, China itu.

"Ketokohannya akan berpengaruh dan bermanfaat memberia imbauan pada umat agar tidak terlena ke Corona yang eskalasinya masih tinggi. Pak Maruf Amin harus sring tampil meyakinka publik," demikian kata Wempy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/6).
 
Wempy tidak sependapat kalau selama ini Wapres dianggap tidak diberi beban kerja oleh Presiden Jokowi. Ia menilai pasti ada pembagian peran diantara keduanya yang tidak ditampilkan di publik.

Ia mengaku tidak heran jika sorotan media terhadap Jokowi lebih massif ketimbang Wakilnya. Meski demikian, dalam situasi seperti saat ini posisi Wapres sebagai ketua MUI harus bener-benar ditonjolkan.

"Publik kita kesetiaan pada ulama itu begitu tinggi, jauh lebih patuh ketimbang politisi dan sebagainya. Kemarin demo di depan DPR yang tidak mengindahkan protokol Corona sangat berisiko. kalau Pak Makruf menjalankan perannya, kegiatan kerumunan yang berbahaya akan mungkin dikurangi," tandas Wempy.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya