Berita

Lukisan John Cabot saat mendarat di Labrador/net

Histoire

Cabot, Penjelajah Eropa Yang Berhasil Mencapai Pantai Amerika Namun Tidak Ada Yang Tahu Akhir Kisah Hidupnya

RABU, 24 JUNI 2020 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Penjelajah asal Italia, John Cabot, berhasil mendarat di kawasan Amerika bagian utara bersama awak kapalnya. Ia merupakan salah satu penjelajah yang telah mencapai pantai Amerika. Perjalanannya itu dianggap sebagai perjalanan yang kedua setelah Cristopher Colombus. Namun ia juga disebut-sebut  menjadi orang Eropa pertama yang mendarat di bagian utara Benua Amerika.

Pada 24 Juni 1497, John yang Cabot yang juga dikenal sebagai Giovanni Caboto tiba di Pulau Cape Breton (saat ini masuk dalam wilayah Kanada) dan menguasai wilayah itu atas nama raja.

Ketika masih tinggal di Inggris dia dipanggil John Cabot, tetapi saat tinggal di Italia namanya menjadi Giovani Caboto. Sementara ketika ia di Spanyol, orang-orang memanggilnya Juan Caboto.


Sebelum menjadi penjelajah, ia terjun dalam usaha perdagangan. Namun usahanya mengalami kebangkrutan yang membuatnya berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Terakhir, ia dia pindah ke kota Sevilla, Spanyol, dan bekerja pada proyek pembangunan jembatan. Namun, tak lama Cabot memutuskan untuk mencari dunia baru.

John Cabot sempat mengunjungi Mekkah dan melihat rombongan pedagang dari India yang membawa rempah-rempah dan permata. Dari sanalah muncul keinginannya untuk mengunjungi berbagai wilayah lain yang lebih jauh. Ia ingin melakukan penjelajahan.

Cabot akhirnya memperoleh sponsor dari raja Inggris, Henry VII. Ia pun memulai pelayarannya pada 1497 dari Bristol menggunakan kapal Matthew.

Di antara awak kapal yang ikut dalam pelayarannya itu terdapat tiga orang putranya sendiri, yaitu Lewis, Sebastian, dan Santius, sebagaimana dikutip dari buku Penjelajah yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia, karya Jerome Prescott, 2007.

Untuk mempersiapkan pelayarannya Cabot pergi ke Bristol, sebuah pelabuhan terbesar kedua di Inggris. Musim panas 1496 Cabot memulai penjelajahan pertamanya. Sayangnya, cuaca yang buruk serta pasokan yang kurang membuatnya kembali ke Inggis, dan penjelajahannya pun gagal.

Setahun kemudian John Cabot melakukan pelayaran yang kedua. Ia dibekali persediaan yang cukup hingga tujuh sampai delapan bulan serta membawa banyak awak kapal yang andal.

Pelayaran kembali dimulai dari pelabuhan Bristol di Inggris. Mereka lewat daerah Irlandia dan menuju ke Pantai Utara Amerika.

Rimbongan Cabot tibai di Pantai Utara Amerika pada tanggal 24 Juni 1497. Tempat pendaratan Cabot di Amerika Utara banyak menjadi kontroversial.

Ada beberapa tempat yang dinyatakan sebagai tempat pendaratan John Cabot seperti di Bonavista, St John’s di Newfoundland, Nova Scotia, Labrador dan Maine. Namun pemerintah Inggris dan Kanada secara resmi menetapkan pendaratan pertama Cabot adalah di daerah Bonavista.

Di daerah Amerika Utara itu, John Cabot hanya melakukan pendaratan sekali. Saat di darat dia pun tak pernah jauh dari tepi pantai. Jarak daratan yang ia datangi hanya seukuran penembakan panah dari garis pantai dan tidak lebih.

Mereka pergi ke darat hanya untuk mengambil air segar dan menancapkan bendera kepausan dan bendera kerajaan Inggris. Cabot dan awak kapalnya pun pulang dan sampai kembali ke Bristol tanggal 6 Agustus.

Sesampainya di Inggris, Cabot mendapatkan gelar Laksamana Besar dari kerajaan Inggris dan dia mendapatkan uang sebesar 10 Poundsterling yang setara dengan gaji buruh selama dua tahun.

John Cabot mendapat pujian sebagai salah satu orang Eropa pertama yang mendarat di Benua Amerika bagian utara, meskipun terdapat nama Lief Ericson dan St. Brendan yang telah mencapai wilayah itu sebelum John Cabot, ia tetap masuk dalam jajaran penjelajah Eropa pertama yang menemukan wilayah itu sebelum pelayaran besar Columbus yang mengubah dunia.

Pendaratan John Cabot di Amerika menjadi awal dimulainya kolonisasi Inggris seabad kemudian.

Setelah pelayaran yang berhasil itu, nama Cabot menghilang. Banyak yang mengabarkan bahwa Cabot melakukan pelayaran lagi pada Mei 1498 untuk menjelajahi pantai Greenland dan terus bergerak ke selatan hingga mencapai Tanjung Chesapeake.

Namun, pada pelayaran yang terdiri dari 5 kapal dan 300 awak itu, mereka mengalami masalah. Kapal mereka terjebak dan hilang di lautan. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa Cabot berhasil pulang ke Inggris pada tahun 1500 tetapi tidak pernah ada yang menemuinya. Tidak ada yang pernah tahu akhir dari kisah sang penjelajah kelahiran tahun 1450 ini.

Namanya kemudian diabadikan sebagai nama museum, nama jalan dan nama kampus di Roma.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya