Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

100 Staf Volkswagen di Meksiko Positif Virus Corona

SELASA, 23 JUNI 2020 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Baru saja membuka kembali aktivitas pabriknya, pembuat mobil asal Jerman, Volkswagen AG di Meksiko mengumumkan bahwa sekitar 100 karyawannya positif mengidap Covid-19.

Volkswagen pada Selasa minggu lalu (16/6) mulai menugaskan pegawainya kembali bekerja di pabrik mereka di Kota Puebla. Puebla, merupakan salah satu daerah yang terdampak parah oleh pandemik, sehingga pemerintah setempat menunda izin pembukaan pabrik, sementara di wilayah lain di Meksiko sudah mulai beroperasi lebih dulu.

Namun, baru beberapa hari karyawannya bekerja, ditemukan kasus baru sejumlah karyawannya terpapar virus. Managemen mengumumkan hal ini pada Senin (22/6), dikutip Reuters.  


Volkswagen mengadakan pengujian secara berkala terhadap para karyawannya untuk tes Covid-19. Staf yang dites positif itu dinyatakan telah mengontrak virus corona selama periode penutupan pabrik pada akhir Maret dan sebelum melanjutkan pekerjaannya pada selasa pekan lalu.

Sekitar 45 persen dari 11.364 pekerja dan kolaborator perusahaan telah diuji dan hampir 2 persen tertular virus, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.  Dua persen dari angka itu setara dengan sekitar 100 pekerja.

Meksiko merupakan salah satu pusat penyebaran Covid-19. Otoritas setempat pada Senin melaporkan 4.577 kasus baru untuk pasien positif dan 759 kasus kematian tambahan.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dikritik banyak pihak karena terlalu cepat mengizinkan pabrik kembali beroperasi, padahal hanya sedikit bukti yang menunjukkan kasus positif Covid-19 dan angka kematian telah turun.

Volkswagen menambahkan pabriknya "beberapa hari ke depan akan fokus pada pelatihan dan persiapan untuk memulai kembali proses pembuatan mobil".

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya