Berita

Ketua Umum Inovator 4.0, Budiman Sudjatmiko/Repro

Politik

Bicarakan Era Industri 4.0, Budiman Sudjatmiko: Masyarakat Harus Berdata, Berdana Dan Berdaya

SABTU, 20 JUNI 2020 | 20:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Memaknai kebebasan berpendapat dan berekspresi di era revolusi industri 4.0 membuat dilematis semua pihak. Baik pemerintah maupun rakyat itu sendiri.

Setidaknya ada beberapa formulasi yang bisa dilakukan untuk menghadapi situasi kebebasan post truth (pasca kebenaran) ini. Anatara lain; harus menjadi masyarakat berdata, berdana, dan berimajinasi.

Begitu disampaikan Ketua Umum Inovator 4.0, Budiman Sudjatmiko saat mengisi diskusi daring #SolusiUntukNegeri dengan topik "Antara Riuh-Keruh Medos dan Kebebasan Berpendapat. Bagaimana Menertibkan?" Sabtu (20/6).


"Bagi saya perdebatan-perdebatan sekarang semuanya sama-sama bingung. Masyarakat juga bingung, sejauh mana sih negara mengintervensi saya? Negara juga mengalami kebingungan. Atau juga memang cara kita melihat kondisi baru ini memang belum banyak ilmunya, teorinya, perspektifnya," ujar Budiman Sudjatmiko.

Budiman Sudjatmiko mengatakan, menyoal kebebasan di era sekarang sudah harus didefinisikan bukan hanya sekadar terkait kebebasan berekspresi semata. Tetapi juga terkait dengan kebebasan berdata, berdana dan berdaya.

"Bagi saya kebebasan di era sekarang adalah kebebasan untuk; masyarakat yang berdata. Agar kebebasannya itu juga berbasis data. Tidak fitnah. Kenapa harus berdata? Agar tidak ada fitnah," tuturnya.

"Kedua, masyarakat bebas yang berdana. Artinya negara intervensi dalam sosial ekonomi di era medsos ini agar negara juga menjamin pendapatan minimum. Saya punya usulan tentang Basic Income," imbuh dia.   

Budiman menjelaskan, dengan berdata dan berdana saja tidak cukup. Menurut aktivis '98 ini, manusia juga harus berimajinasi dan menjamin personal development maupun community development.

"Sehingga menjadi berdaya juga," tegasnya.  

Atas dasar itu, Politisi PDIP ini menilai kebebasan di era revolusi industri 4.0 ini harus menjamin masyarakat bebas berimajinasi, juga menyampaikan pendapatnya dengan data, dan negara bisa mengintervensi dalam fungsi sosial ekonomi.

Termasuk bagaimana negara campur tangan dan bagaimana negara agar tetap bisa tetap menjaga kebebasan itu sendiri.  

"Dan apa yang dilakukan oleh oknum-oknum, unsur-unsur yang 'bermain' memanfaatkan kekuasaan negara atau mungkin sebagian pendukung negara yang tereksesif merepresi itu juga harus ditindak. Saya pikir saya sepakat!" tegasnya.

"Usulan saya adalah masyarakat bebas hari ini, masyarakat yang wajib berdata agar tidak ada fitnah, wajib berdana agar kebebasannya tidak menimbulkan kesenjangan sosial, wajib berdaya agar masyarakatnya tidak mandeg. Saya kira itu aja. Agar masyarakat ini adaptif, evolusioner di era baru," sambung Budiman Sudjatmiko.

"Jadi masyarakat yang imajinatif, masyarakat yang berilmu pengetahuan, dan masyarakat yang bergotong-royong saling tolong menolong satu sama lain," kata dia lagi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya