Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Soal Bintang Emon, Fahri Hamzah: Negara Harusnya Introspeksi, Kok Hukum Dijadikan Sandiwara

SABTU, 20 JUNI 2020 | 14:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peristiwa yang dialami komika Bintang Emon seolah menunjukkan tidak tertibnya negara dalam menegakkan hukum.

Pasalnya, keresahan komika asal Jakarta itu merupakan bagian dari ekspresi masyarakat Indonesia menyaksikan bobroknya penegakkan hukum.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah saat mengisi diskusi daring #SolusiUntukNegeri dengan topik "Antara Riuh-Keruh Medos dan Kebebasan Berpendapat. Bagaimana Menertibkan?", Sabtu (20/6).


"Bintang Emon tuh, dia ngeliat kasus Novel Baswedan itu udah bertahun-tahun putar sana putar sini, undur sana undur sini, setelah sekian tahun Jaksa datang cuman memberikan tuntunan 1 tahun?" kata Fahri Hamzah.

"Come on! Kan harusnya negara yang instrospeksi, ada apa dalam negara kayak begini, kok hukum dijadikan sandiwara?" imbuhnya menegaskan.

Menurut mantan Wakil Ketua DPR RI ini, kritikan dari warga negara Indonesia tidak seharusnya dianggap ancaman bahkan mengarah pada upaya represif.

Apalagi, sambungnya, kasus teror kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan itu sudah bertahun-tahun tak kunjung selesai.

"Ini usia kita nonton sandiwara ini udah ganti Kapolri dua kali. Tapi tiba-tiba Jaksa dateng dengan tuntutan dengan 1 tahun?," tegas Fahri Hamzah.

Lebih jauh, Fahri Hamzah mengungkapkan, bahwa dirinya mengetahui kasus Novel Baswedan tersebut berawal dari perselisihan antar instansi negara.

Hanya saja, dia tidak menyebut spesifik apakah dia lembaga yang dimaksud itu adalah KPK dan Kepolisian.

"Saya tahu kasus ini ekornya dulu pada konflik kelembagaan, yang tidak pernah mau diselesaikan didalam negara. Jadi, yang tidak tertib itu negara! Bukan rakyat!," pungkas Aktivis '98 itu.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya