Berita

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon/Net

Politik

Soal Penanganan Corona, Demokrat Ingatkan Pemerintah Tidak Lakukan "Gol Bunuh Diri"

SABTU, 20 JUNI 2020 | 08:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diharapkan sudah menyiapkan segala macam perangkat termasuk infrastruktur kesehatan dalam mengahadapi pandemi Covid-19 yang terus mengalami kenaikan kasus. Meskipun pemerintah telah memberlakukan tatanan hidup baru atau the new normal.

Mengingat kini Indonesia menjadi negara paling tinggi kasus Covid-19 di Asia Tenggara.

Begitu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, Sabtu (20/6).


"Semoga ini sudah diduga pemerintah ketika menerapkan new normal di tengah kurva belum melandai. Dan infrastruktur kesehatan telah siap menerima lonjakan ini," ujar Jansen Sitindaon.

Menurutnya, apabila pemerintah belum mempersiapkan mitigasi penularan Covid-19 saat new normal, maka akan berdampak serius pada keberlangsungan keselamatan rakyat, juga ekonomi negara itu sendiri.

"Kalau tidak, 'gol bunuh diri' namanya. Ekonomi tetap macet, orang banyak mati. Semoga tidak terus naik," pungkasnya.

Indonesia menjadi negara dengan kasus infeksi virus corona dan angka kematian akibat corona tertinggi di Asia Tenggara.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (17/6), Indonesia memiliki 41.431 orang positif Covid-19 dengan 2.276 meninggal dan 16.243 sembuh.

Angka ini menyalip kasus di Singapura dengan 41.216 positif Covid-19 dan 26 meninggal dunia. Filipina berada di urutan tiga dengan 26.781 kasus positif dan 1.103 orang meninggal dunia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya