Berita

Repro Kanal Anak Bangsa

Politik

Akhirnya Arief Poyuono Ajak Tinggalkan Gerbong Politik Yang Sudah Rusak

SABTU, 20 JUNI 2020 | 06:58 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pernyataan yang disampaikan Arief Poyuono mengenai isu kebangkitan komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai kreasi kelompok kadrun tidak memiliki kaitan dengan Partai Gerindra.

Hal ini diakui sendiri oleh Arief Poyuono yang di partai besutan Prabowo Subianto itu duduk sebagai Wakil Ketua Umum.

Arief Poyuono dalam penjelasan terakhirnya kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL mengatakan, dari rekaman yang dishare akun Youtube Kanal Anak Bangsa tanggal 16 Juni lalu tampak jelas bahwa pernyataan yang disampaikannya itu untuk membela Presiden Joko Widodo yang dikait-kaitkan dengan komunisme dan PKI.


“Video itu untuk mendukung bela Kangmas Jokowi dari penyebar hoax PKI bangkit, yaitu kelompok kadrun,” ujarnya.

“Tidak ada urusannya saya dengan Gerindra. Hanya orang goblok dan tidaknga tahu diri saja yang bilang saya mengatasnamakan Gerindra (dalam video itu). Saya ini pimpinan buruh,” ujar Arief Poyuono yang memang memimpin Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

Dalam kesempatan itu, Arief Poyuno mengajak kawan-kawannya di barisan pekerja dan buruh untuk menentukan arah politik dengan meninggalkan apa yang disebutnya sebagai gerbong politik yang sudah rusak.

“Untuk ke depan dalam menjaga persatuan bangsa dan kesejahteraan kita, mari kita tinggalkan gerbong-gerbong yang sudah rusak dan busuk dan tidak akan bisa membawa kita ketujuan kita bersama,” tegasnya.

“Per hari ini saya mengajak kawan-kawan buruh untuk waspada pada penyebar PKI bangkit yang merupakan isu hoax dan hanya bertujuan menjatuhkan Jokowi,” sambung Arief Poyuono lagi.

Dia menambahkan, pihaknya tahu kelompok kadrun ada di gerbong mana saja…

“Kita tidak pernah akan sejalan dengan mereka,” demikian Arief Poyuono.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya